Not-
Found
Tampilkan postingan dengan label opini. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label opini. Tampilkan semua postingan

Ironi Punya Istri

Wah dingin. Beberapa hari ini kota ini isinya hujan air dan basah semua. Hujan mulu isinya. Sampe lupa mau nulis. Blog jadi terbengkalai. Beberapa hari belakangan ini kota kecil ini diguyur hujan dengan elegan. Artinya basah semua seperti lagu pohon dan kebun basah semua. Mudah mudahan hujan yang turun ini hujan berkah bukan bencana. Ya kalo emang bencana ya disegerakan lah maksudnya penderitaannya disegerakan supaya cepet berlalu hehehe. Kan emang iya. Semalam pulang dari rustam jam satu pagi, pagi ini baru bangun dari peraduan jam setengah delapan pagi. Wah akhir akhir ini memang cenderung pemalas aku. Kok bisa . Ya bisa karena aktivitas hari hari isinya cuma begadang begadang dan begadang lagi. Begadang jangan begadang kalo tiada kopi-nya begitu kata lagu dangdut. Ya daripada di rumah menghadap kesana kemari ya isinya dinding mending kumpul sama teman teman begadang main kartu ngobrol sambil cerita cerita. Yang penting kan ngga narkoba. Ngga mabuk mabukan. Ngga judi. Ngga main perempuan. Dimainin perempuan aja. Aaiih . Labil. Wkwkwk. Ngga sih. Kalo agenda begadang yang positif ya harusnya begitulah. Untungnya pergaulan aku baik baik saja. Maksudnya ngga ada teman yang punya kecenderungan mengajak ke arah yang merusak. Paling paling nonton bokep di handphone. Dan itu pun bosen banget. Bokep ya begitu begitu aja. Nonton nonton mulu, mending praktik nya. Rustam angga budi firman, semuanya udah berkeluarga, rasanya nonton nonton begituan udah ngga menarik. Wong punya istri masing masing. Aku meskipun single begini setidaknya yaa sudah tau lah rasanya. Ya gitu gitu aja. Ngga menarik. Begadang lebih diisi dengan aktivitas menghibur. Ya iya lah wong dari pagi kerja sampe sore. Malam nya berhak lagi mengisi kejenuhan dengan sesuatu yang dinamis. Masa mau kerja terus. Stress lama lama. Sekali sekali boleh lah refreshing. Meski cuma nongkrong main kartu nyanyi nyanyi sambil diiringi hujan dan petir menggelegar. Hahaha. Yaa kapan lagi mumpung masih sempat. Kan mumpung masih single. Besok kelak kalo sudah berkeluarga mana bisa beginian lagi. Boro boro. Mau keluar aja dipantau. Harus dapat izin istri. Ngga diizinin ya jangan coba coba kalo ngga pengen jatah ranjang distop dua bulan. Ngga ada toleransi. Pernikahan itu seperti lapas. Lembaga pemasyarakatan. Memasyarakatkan dan termasyarakatkan. Sama kya punya istri. Istri seperti sipir . Kita mau ngapain kemana mana digeledah. Diawasi. Istri itu ngga kemana mana tapi punya mata dimana mana . Punya telinga dimana mana. Jangan bayangkan kalo perempuan ngalah. Idiiih kalo istri marah udah deh kita kaum lelaki cari aman, kalo ngga pengen menderita sepanjang sisa hidup. Bener deh. Pernikahan itu katanya jembatan kebahagiaan . Itu cuma kata pastur. Cuma kata kyai. Cuma ada di novel dan sinetron. Pernikahan itu, akhir hidup. Titik. Jadi kamu kamu ini kaum lelaki yang masih single yang Akan menikah, selagi kamu masih bener bener belum menikah, udah deh nikmati baik baik masa lajang kamu. Bener deh. Aku udah pengalaman. Ntar kelak besok kalo kamu udah menikah bener, udah deh, katakan selamat tinggal dengan dunia pergaulan kamu. Ucapkan selamat datang di era kegelapan sepanjang sisa hidup kamu. Hahaha. Apalagi yang mau punya anak. Waduh. Itu . . . Cobaan berat. Hahaha. Khususnya buat para kaum lelaki yang jantan dan berwibawa, kaya aku gini nih hehehe, kalo inget masa lajang masih muda itu rasanya pengen nangis. Huuu huuu huuu. Masih muda mau ngapain aja mau kemana aja mau sampe jam berapa aja, bisa! Apalagi nih anak kost. Yang namanya anak kost. Waduh udah deh. Ngga ada matinya. Kost ku. Makin malem makin rame. Makin terang makin pagi makin sepi tanda tanda kehidupan. Seperti kost mati. Tapi kalo malem, apalagi notabene penghuninya lajang dan lajang semuanya, waduh, yang namanya sound sistem, udah kya klub. Party mulu man! Hahaha. Tapi. Itu dulu. Itu dulu banget. Zaman hidup kami belum terjamah makhluk yang namanya istri. Semenjak istri hadir, it ends ! Selesai. Hahaha. Udah deh jadi buat kamu kaum lelaki yang mau selamat, kalo sudah punya istri, cari aman. Cari aman aja. Kalo mau hidup kamu lebih lama lagi, cari aman . Ngeri deh pokoknya. Wkwkwk. Pengalaman pribadi. Untungnya aku sekarang bujangan lagi. Hehehe. Jadi free lagi. Bujangan tapi jangan bajingan. Kalo bisa sih. Kalo ngga bisa . . . Yaa diupayakan. Kalo masih ngga bisa . . . . Yaa tanyakan saja sama iwan fals :) wkwkwk


Posted by
Dedi Andrianto Kurniawan

More

Dasar Fanatik

Kenapa jadi fanatik itu bodoh? Karena fanatik itu adalah kecenderungan untuk berpikir sebagaimana dia menerima keyakinannya sebagai sesuatu yang kultus keramat dan buta. Ketika seseorang fanatik, dia akan membela mati matian keyakinannya untuk membuktikan kebenaran yang dipercayainya. Tidak peduli stigma benar atau salah . Penanaman nilai dalam benaknya sudah membutakan kemampuannya untuk dapat mempertimbangkan secara rasional kenyataan yang sesuai dengan keadaan real kehidupan dan sekelilingnya. Fanatik dalam hal apapun, hampir bisa dipastikan bodoh. Beda lagi dengan mengamalkan. Mengamalkan adalah mengetahui, menerapkan, dan menyimpulkan. Tiga kriteria pokok keutamaan seseorang itu mempelajari, mempraktikkan, dan mengajarkan. Seseorang yang fanatik, tidak memenuhi ketiga kriteria tersebut biasanya. Satu contoh saja orang fanatik dengan agama. Tidak peduli sekejam apapun ajaran agamanya, dia bakal mati matian membela keyakinannya terhadap agama-nya bahkan kemungkinan menyerang balik. Tetapi tidak memikirkan keadaan rasional. Menurut psikoanalisa ini namanya superego . Fanatisme, identik dengan kebodohan. Quote dari kyai haji ahmad dahlan ini aku kutip. Aku selalu ingat quote ini. Di indonesia sendiri seseorang bahkan rela berperang dengan saudaranya demi fanatisme. Demi membela keyakinannya yang dia terima sebagai pilihan satu satunya. Orang fanatik biasanya menerima sesuatu keyakinan sebagai sesuatu yang melekat pada dirinya sejak lahir. Bukan pencarian. Seseorang yang melakukan pencarian akan kebenaran dalam hidupnya biasanya banyak memiliki pilihan dalam hidupnya. Disamping itu dia akan lebih adil dalam menyikapi polemik-nya. Pacar satu ngga pernah hadir. Pacar kedua rewel mulu. Lalu ditinggalkan lah keduanya. Adil untuk sudut pandang-nya sendiri. Point of view. Fanatik itu beda. Fanatik itu mempertahankan dua duanya karena dalam keyakinannya itu dimungkinkan. Tapi. Fanatik tidak ada salahnya. Bangsa ini pun berdiri berkat fanatisme juga. Orang orang yang didorong oleh pondasi religius untuk mencintai tanah airnya. Padahal dunia ini tidak diciptakan ber-batasan batasan. Dunia ini tidak pernah diciptakan ber-negara-negara. Dunia ini satu. Berhubungan. Tidak terpecah. Yang menjadikannya terpisah pisah adalah manusia dan fanatisme-nya sendiri. Jadilah dunia yang penuh peperangan. Penuh sengketa dan angkara murka. Awalnya pun dari fanatisme. Bukan dari hal lain. Itu lah mengapa, kita harus benar benar bisa melepaskan diri dari fanatisme. Fanatisme itu racun peradaban.

Posted by
Dedi Andrianto Kurniawan

More

Besok Hari Lebay

Besok, hari kartini. Biasanya pikiran usil ku ada aja yang pengen ditulis. Nulis apapun yang dipikirkan secara bebas dan merdeka di blog konyol ini. Ngga apa apa lah. Biar kata cuma nulis asal yang penting aku berhasil menikmati kemerdekaanku. Kemerdekaan mengungkapkan isi kepala. Apapun yang dipikirkan dituangkan kesini. Tanpa ada tendensi ingin dibaca atau ingin dikomentari apalagi di like sana sini. Bukankah merdeka itu konstelasi? Merdeka itu apa kata kita. Merdeka itu seperti dimensi yang ngga punya koridor. Dia itu dinamis. Bebas lepas. Kartini. . . Hem . :) kartini ya. Embel embel orang bodoh . Katanya kartini itu simbol menghapus diskriminasi gender. Justru dengan adanya istilah kartini inilah diskriminasi muncul. Seolah secara semiotika orang orang indonesia di-dogma supaya mengkotakkan oh ini perempuan. Oh ini lelaki. Oh ini lemah. Oh ini kuat. Justru dengan adanya jargon kartini kartini masa kini itulah bangsa indonesia yang pada dasarnya bodoh ini terpancing untuk kembali diskriminatif lewat pemikiran tersesat. Serba salah memang kalo kita kembali ke zaman kolonial namanya kemunduran. Kalo kita menciptakan paradigma baru malah salah tafsir. Salah interpretasi. Sungguh menjijikkan kalo dipikir. Eh kenapa ya aku lebih sk memilih diksi jijik. Padahal konotasi-nya kan ngga bagus. Tapi ya itulah yang memang sedang aku pikirkan. Apapun yang aku pikirkan segeralah aku tuliskan. Begitu. Ngga peduli diksi pemilihan katanya bagus atau buruk. Di sini ngga ada bagus atau buruk. Ngga ada yang bernilai. Ngga ada nilai bagus ngga ada juga nilai buruk. Yang memberikannya nilai bagus atau buruk cuma benak anda masing masing. Jangan terjebak dalam penilaian pemikiran. Kadang kita ngga benar benar faham apa yang kita pikirkan.


Posted by
Dedi Andrianto Kurniawan

More

Jean Claude

Van damme ini … ah entah dah berapa lama dia berkarier di dunia film … atau memang stasiun tv swasta di indoensia ini yang bikin jenuh ..kok pasalnya hamper tiap malam film tentang van damme ini diputar … apa ngga ada film yang lain yang bisa ditonton … masa harus selalu mengenai van dammed an aksi kekerasannya?? Kok sepertinya seolah ngga ada plot kisah lain yang bisa ditampilan … bkannya aku jenuh dengan adegan kekerasan … tapi aku jenuh disajikan film film bertema fiksi yang membawa org org tersesat dalampikirannya … fiksi
Sayangnya receiver matrix lemon ini tak terlalu banyak channelnya … jadi aku hanya bisa mendapati channel channel konyol yang membosankan … ah ya beginilah tinggal di kota kecil …. Tak banyak wawasan untuk berkembang … tapi kalo dibandingkan dengan tinggal di rumah jember … arus informasinya begitu cepat hingga org org berduyun duyun untuk memperkuat wacana memperbanyak pengetahuannya … persaingan .. mungkin seleksi alam tengahgencar dilakukan disana … entahlah … tapi yang pasti arus informasi media itu sangat penting … itulah kenapa adakode etik jurnalistik … karena informasi yang disajikan media turut mempengaruhi pola piker masyarakat kita seperti yang tercantum dan termaktub dalam teori komunikasi …. Komunikasi bisa dijadikan agenda untuk berbagai macam hal …. Baik tujuannya positif maupun tujuannya yang negative. Begitlah mungkin dinamika kehidupan yang harus manusia lewati.
Lagi… dengan tariff apa apa yang kianmelambung tinggi di negeri ini … rasanya memang ketahanan intelektual manusia Indonesia itu turut menentukan apakah seseorang itu bisa lolos dan lulus dalam proses pengkotakan alam? Karena di Indonesia ini rasanya bertarung dan bersaing dengan sesame manusia Indonesia itu cenderung sengit dan sulit rasanya … karena semua org maunya menang semua orang maunya senang … menang dan senang itu merupakan naluri dasar … pernah aku baca buku tentang kebutuhan dasar manusia ilik rina dwi yanti teman lama saat kuliah … fakultas kesehatanmasyarakat di sebuah universitas negeri di jawa timur … pada dasarnya manusia berkembang mempunyai kebutuhan kebutuhan dasar yang bekerja dalam prinsip biologis dan pemenuhan kebutuhan dengan maksimal yang sifatnya harus diwujudkan segera … sama seperti teorinya freud tentang struktur kepribadian …
Sekelumit lagi tentang informasi yang entah kemana ujungnya ……

Posted by
Dedi Andrianto Kurniawan

More
Diberdayakan oleh Blogger.

Copyright © 2012 Isi KepalaTemplate by :Urangkurai.Powered by Blogger.Please upgrade to a Modern Browser.