Kenapa jadi fanatik itu bodoh? Karena fanatik itu adalah kecenderungan untuk berpikir sebagaimana dia menerima keyakinannya sebagai sesuatu yang kultus keramat dan buta. Ketika seseorang fanatik, dia akan membela mati matian keyakinannya untuk membuktikan kebenaran yang dipercayainya. Tidak peduli stigma benar atau salah . Penanaman nilai dalam benaknya sudah membutakan kemampuannya untuk dapat mempertimbangkan secara rasional kenyataan yang sesuai dengan keadaan real kehidupan dan sekelilingnya. Fanatik dalam hal apapun, hampir bisa dipastikan bodoh. Beda lagi dengan mengamalkan. Mengamalkan adalah mengetahui, menerapkan, dan menyimpulkan. Tiga kriteria pokok keutamaan seseorang itu mempelajari, mempraktikkan, dan mengajarkan. Seseorang yang fanatik, tidak memenuhi ketiga kriteria tersebut biasanya. Satu contoh saja orang fanatik dengan agama. Tidak peduli sekejam apapun ajaran agamanya, dia bakal mati matian membela keyakinannya terhadap agama-nya bahkan kemungkinan menyerang balik. Tetapi tidak memikirkan keadaan rasional. Menurut psikoanalisa ini namanya superego . Fanatisme, identik dengan kebodohan. Quote dari kyai haji ahmad dahlan ini aku kutip. Aku selalu ingat quote ini. Di indonesia sendiri seseorang bahkan rela berperang dengan saudaranya demi fanatisme. Demi membela keyakinannya yang dia terima sebagai pilihan satu satunya. Orang fanatik biasanya menerima sesuatu keyakinan sebagai sesuatu yang melekat pada dirinya sejak lahir. Bukan pencarian. Seseorang yang melakukan pencarian akan kebenaran dalam hidupnya biasanya banyak memiliki pilihan dalam hidupnya. Disamping itu dia akan lebih adil dalam menyikapi polemik-nya. Pacar satu ngga pernah hadir. Pacar kedua rewel mulu. Lalu ditinggalkan lah keduanya. Adil untuk sudut pandang-nya sendiri. Point of view. Fanatik itu beda. Fanatik itu mempertahankan dua duanya karena dalam keyakinannya itu dimungkinkan. Tapi. Fanatik tidak ada salahnya. Bangsa ini pun berdiri berkat fanatisme juga. Orang orang yang didorong oleh pondasi religius untuk mencintai tanah airnya. Padahal dunia ini tidak diciptakan ber-batasan batasan. Dunia ini tidak pernah diciptakan ber-negara-negara. Dunia ini satu. Berhubungan. Tidak terpecah. Yang menjadikannya terpisah pisah adalah manusia dan fanatisme-nya sendiri. Jadilah dunia yang penuh peperangan. Penuh sengketa dan angkara murka. Awalnya pun dari fanatisme. Bukan dari hal lain. Itu lah mengapa, kita harus benar benar bisa melepaskan diri dari fanatisme. Fanatisme itu racun peradaban.

Keren desain-x
BalasHapus