Teringat satu kisah ketika masih duduk di bangku smp di sebuah smp negeri di kota kecil ini. Waktu itu namanya masih sltp negeri. Sltp … waktu itu seingatkau aku masih kelas 3 catur wulan pertama. Jaman itu masih pake catur wulan … tiap empat bulan sekali ada evaluasi. Kurikulumnya masih cara lama entah lupa … mungkin masih cbsa … catat buka sampe abis… yaa ..
Seingatku waktu itu aku duduk di bangku kelas 3 sebangku dengan kawan lamaku si ikhwan (dalam bahasa arab bila di indonesiakan artinya sahabat-ikhwan). Tapi ini bukan kisah tentang ikhwan. Ini kisah tentang seseorang lainnya. Ya .. namanya yuliana .. kawan lama … kawan selagi smp.
Yuliana, yuli … begitu aku biasa memanggilnya … tak banyak bergaul dengan anak anak seusia kami di sekolah karena dia cenderung lugu pendiam dan menutup diri terhadap lingkungannya. Aku bahkan sempat berpikir org yang demikian itu apakah normal …
Suatu saat di sebuah pagi yang segar aku sengaja datang lebih pagi ke sekolah hanya untuk sekedar mengamati suasana (yiaah padahal emang bangun kepagian dan di rumah ngga ada org) au datang paling pagi di sekolah … bahkan tukang kebun sekolah pun masih acak acakan rambutnya sambil nyapu halaman sekolah dengan tenang dan santainya … entah siapa nama tukang kebunnya aku juga sudah lupa karena sudah puluhan tahun terlewati … atau bahkan mungkin sekarang ini dia sudah tiada – ah sudah tua rupanya aku –
Pagi itu yuliana entah kenapa sebab dan alasannya .. dia juga datang paling pagi di sekolah .. mungkin diantara ribuan siswa di sekolah itu kami berdua lah yang datangnya paling pagi … dia duduk di bangku aling depan … sesaat setelah datang ke sekolah dia hanya duduk di bangku diam tak bergeming menunggu untuk waktu yang sangaat lama. Aku bisa lihat di matanya bahwa sekolah baginya hanya sebagai penantian yang lamaaa sekali. Yang tak kunjung usai dengan berbagai hal hal yang cukup membosankan dimatanya . dia duduk ermangu entah sedang memikirkan apa. Iseng iseng pun aku menghampirinya. Mengajaknya bercerita entah mengobrol apapun sebagai symbol basa basi pragmatic, jurus andalan yang bisa diterapkan dalam bersosial. Ternyata dia tak terlalu menutup diri hanya saja sedikit pemalu. Sejak saat itu lah kami banyak saling bercerita dan hikmahnya aku selalu datang lebih pagi di sekolah, tentunya hanya untuk mengobrol bercerita banyak hal dengan yuliana … jaman anak smp … belum tau banyak hal ….
Suatu saat ketika masih smp dia pernah bercerita kepadaku tentang kematian .. entah apa tujuannya bercerita hal hal seperti itu pada aak yang usianya notabene belum sempat memikirkan mengenai kematian dan hal hal yang berkaitan dengan kematian aku sama sekali tak pernahmemahaminya. Hingga akhirnya waktu berlalu kami pun teralihkan oleh rutinitas kegiatan kegiatan yang menyita perhatian dalam rangka mendekati ujian akhir tingkat smp. Entah kemana saja dia takbanyak kami sempat berbagi cerita lagi hingga akhirnya hari kelulusan tiba kami sibuk sendiri sendir.
Suatu saat ketika aku menjadi siswa baru di sebuah sma negeri masih di kota yang sama aku mendapati yuliana juga teman sekelasku lagi. Kami pun tak canggung bercerita … selama tiga tahun di sma ini kami menjalin keakrabanhingga akhirnya pun kami terpisah lagi karena harus kuliah di luar kota. Sempa berpacaran beberapa hari sebelum ujian akhir sma … status anak sma yang tak kunjung jelas :D begitulah kami menyebutnya … setelah ujian nasional berakhir … kami tak pernah bertemu lagi … yuliana fajar isnaini namanya …bahkan setelah kuliah punaku masih mencarinya kemana mana, sengaja melintas di depan rumahnya namun ternyata keluarganya sudah pindah … entah kemana … sejak tahun 2000 aku tak pernah lagi melihatnya …
Hingga beberapa minggu yang lalu aku bertemu teman lamaku yang juga teman yuliana … dia bercerita yuliana pindah ke kota malang beberapa tahun yang lalu, dan sekarang yuliana sudah meninggal karena kanker otak yang diidapnya … sejak SD !
Jlebb !!!!!!
Selamat jalan ya yul … terimakasih untuk pelajarandan pengalamannya … kami tidak akan melupakan kamu
Yuliana
Diberdayakan oleh Blogger.
0 komentar:
Posting Komentar
Private thoughts only