Dinamika kepribadian ditentukan oleh cara energy psikis didistribusikan dan dipakai oleh id, ego, dan superego. Jumlah energy psikis terbatas dan ketiga unsur struktur itu bersaing untuk mendaptkannya. Kalau salah satu unsur menjadi lebh kuatmaka dua yang lain menjadi lebih lemah, kecuali ada energy baru yang ditambahkan atau dipindahkan ke system itu.
Pada mulanya, seluruh energy psikis menjadi milik id dan dipakai untuk memenuhi hasrat (wishfulfillment) melalui aksi refleks, proses primer. Energi itu diinvestasikan kepada suatu obyek untuk memuaskan hasrat. Namun karena proses primer tidak dapat membedakan obyek-obyek secara obyektif, sifat energy menjadi tidak stabil, mudah dipindah dari obyek satu ke obyek lainnya. Proses pemaaian energy oleh id seperti itu disebut pemilihan obyek (object cathexes id) atau instinctual object cathexes.
Ego tidak memiliki energy sendiri, sehingga harus menarik energy dari id. Berangsur-angsur semakin banyak energy id yang dapat diambil oleh ego, karena ego lebih berhasil dari pada id dalam mereduksi tegangan. Proses pengalihan energy ini disebut identifikasi (identification), yakni proses ego mencocokan gambaran mental dari id dengan kenyataan actual. Id berpendapat bahwa obyek nyata harus sama dengan gambaran atau fantasi mengenai obyek yang diinginkan, sedangkan ego berprinsip gambaran obyek bisa berbeda dengan obyek nyata, gambaran itu harus dikonfrontasi dengan kenyataan dan peluang untuk memperolehnya. Konsep identifikasi ini sangat penting karena semua kemajuan kognitif adalah ujud dari gambaran mental mengenai dunia yang semakin mendekati kenyataan.
Ketika kateksis obyek ego dan id memperoleh kepuasan akan pindah menjadi energy ego. Ego semakin banyak menguasai poersi energy karena berhasil memperoleh obyek yang memuaskan kebutuhan. Tentu saja manakala ego gagal unuk memuaskan insting, id mungkin dapat menark dan menguasai kembali energy yang ada pada ego. Sesudah ego menguasai energy, ego memakainya untuk tujuan lain selain memuaskan insting melalui proses sekunder, misalnya energy itu dipakai untuk meningkatkan perkembangan berbagai proses psikologik seperti pesepsi, ingatan, dan berfikir. Sebagian energy itu juga dipakai ituk mengekang id agar tida bertindak impulsive dan irasional. Daya kekang ini disebut anticathexes yang melawan dorongan cathexes id. Antikateksis juga dipakai untuk melawan superego yang terlalu menyesakkan, ego melindungi diri dengan mekanisme pertahanan (defence mechanism). Ego sebagai eksekutif kepribadian memakai energy untuk mengatur aktivitas dari tiga struktur itu dalam kesatuan. Ego berusaha menciptakan harmoni dalam kepribadian sehingga transaksi dengan lingkungan dapat dikerjakan dengan lancar dan efektif.
Seperti ego, superego mendapat energy dari id melalui proses identifikasi. Apa yang dikerjakan superego seringkali bertentangan dengan impuls-impuls id. Ini terjadi karena aturan moral itu mewakili usaha masyarakat untuk mengontrol dan mencegah pengungkapan dorongan primitive, terutama dorongan seksual dan agresi. Superego juga bisa bertentangan dengan ego, ketika rasional-pragmatis dari ego melanggar moralitas dan tidak mempertimbangkan nilai-nilai kesempurnaan.
Penyerahan energy ke ego dan superego mewakili hubungan yang rumit antara kekuatan pendorong (kateksis) dengan kekuatan penahan (antikateksis) yang menentukan dinamika kepribadian seseorang. Id hanya memiliki kekuatan pendorong, sedang ego harus memiliki energy untuk mengecek id dan superego dan memiliki sisa energy yang cukup untuk menangani dunia luar. Ego yang dominan adalah penanda dari jiwa yang sehat.
Kepribadian
Diberdayakan oleh Blogger.

0 komentar:
Posting Komentar
Private thoughts only