Bodohnya Kita

......
Mengamati gambar semacam ini, jadi mulai konyol. Merasa sangat konyol. Yaa gimana ya. Pola pikir org org masih terlalu mentah. Mereka fanatik dengan superego . Dengan penanaman nilai nilai sedari mereka kecil. Sejak mereka dididik dengan nilai sosial yang melekat erat. Tidak memiliki celah atau posisi tawar. Postingan seperti ini yang membuat polemik sosial bangsa ini kian menjadi jadi. Bagaimana tidak, masalah fundamental yang paling krusial bagi bangsa ini adalah jumlah populasi. Itu pun undang undang yang menjadi koridor hukum yang mengatur tentang tatanan populasi yang ideal bagi bangsa ini belum diatur secara jelas-coba pikirkan, pernikahan membawa kepada arah keturunan. Sudah jelas sudah pasti seseorang atau sepasang suami-istri yang telah menikah mereka bakal mengharapkan keturunan dalam keluarga kecil mereka. Setiap bayi yang lahir itu merupakan beban hajat hidup negara yang wajib dipenuhi kebutuhannya. Kebutuhan akan ketahanan pangan dari bayi hingga mati. Kebutuhan akan kesehatan dan akses pengobatan bila sakit, dari bayi hingga mati juga. Kebutuhan akan ruang tinggal yang layak sejak bayi hingga mati. Kebutuhan akan lingkup sosial yang sehat demi tumbuh kembang sejak bayi hingga mati. Belum lagi akses nya terhadap hajat hidup yang disubsidi negara sejak bayi hingga mati. Tentu saja hal hal seperti itu akan sangat membebani populasi negara. Membebani hajat hidup juga. Otomatis negara harus sekali lagi mati matian memprovide kebutuhan kebutuhan manusia manusia baru ini yang bakal muncul dan lahir terus menerus dari rahim rahim wanita yang sangat ingin menikah buru buru. Adalah menikah merupakan sebuah fitrah manusia, itu benar. Tapi kalo kita berbicara konteks beragama terus menerus lama lama eksistensi manusia akan terancam. Populasi dunia itu sudah sangat membludak. Bayangkan tujuh milyar manusia. Itu yang hidup. Yang masih eksis yang masih hidup hingga detik ini. Belum lagi yang masih akan lahir. Ngga usah jauh jauh dunia. Di Indonesia aja. Tiap lima menit ada satu bayi yang lahir. Di indonesia populasinya tiga ratus juta orang. Hampir sepertiga milyar manusia. Apalagi dengan perkembangan perilaku manusia sekarang, perempuan mudah sekali hamil. Belum apa apa udah hamil aja. Jadinya bumi indonesia ini akan sangat padat sekali. Belum lagi masalah masalah sekunder seperti management tata kelola sampah manusia. Aku menyebutnya dengan bahasaku sebagai shit management. Yang aku takutkan hanyalah lambat laun indonesia akan jadi seperti india bangladesh dan srilanka dimana management limbah organik manusia tidak diolah dengan baik sehingga menimbulkan problem sanitasi berkepanjangan. Bayangin saja aku udah pengen muntah. Bayangkan saja bila kamu harus tidur diantara lautan tahi manusia. Atau air urin berbau tentunya kurang sedap. Selera makann kamu bakal sangat menurun drastis. Penyakit penyakit akan mudah singgah dan akan memunculkan masalah sosial baru. Penyaluh. Penyakit wabah dan segala macam nya saat ini tengah jadi momok umat manusia di dunia. Bagaimana tidak sih, di afrika saja baru baru ini delapan belas orang mati karena penyakit misterius yang belum terdefinisi penyebab dan jenisnya apa. Kita kembali lagi ke topik semula. Manusia indonesia dengan mudah dan enak saja pake buru buru kawin. Buru buru nikah. Dipikirnya dunia ini cuma punya dia? Bukan begitu caranya. Kamu semua boleh menikah selama telah memikirkan masa depan. Ingat masa depan bukan hanya sekedar finansial dan pendidikan. Itulah bodohnya orang orang kita yang identifikasi-nya terhadap masa depan hanya seputar orientasi kekuatan finansial dan daya hidup ideal. Ideal artinya layak dan bisa beli apa saja. Bukan itu maksudnya. Bukan itu orientasinya. Ketahanan hidup itu meliputi aspek ketersediaan sumber daya penunjang hidup oleh lingkungan sekitar-nya. Ingat. Kamu kamu semua beserta saya ini tinggal di satu planet yang semua isinya bisa menjadikan manfaat sekaligus marabahaya untuk eksistensi manusia itu sendiri. Ada manfaat ada juga kerugiannya. Makanya harusnya dipikir dulu jauh jauh sebelum berduyun duyun ingin menikah. Masalahnya masyarakat awam dan bodoh kita terlalu terdogma norma agama. Mereka terlalu memandang agama sebagai harga mati yang bila tidak diikuti akan memberikan rasa ketakutan dan gelisah bahwa akan ada sanksi kelak di alam akhirat. Nilai nilai seperti ini yang ditanamkan dalam pola pikir masyarakat kita. Pantas saja org org kita sejak dulu ngga ada yang maju sama sekali. Mereka terhalang norma agama sebagai sesuatu yang memberikan sekat dan rasa takut. Harusnya agama disyiar-kan sebagai hal yang menggembirakan. Hal yang membawa rahmat. Keadilan. Dan rasa tenang. Bagaimana yang terjadi dengan masyarakat kita. Masyarakat kita justru tidak pernah tenang dengan agama. Mereka selalu terpikir takut akan ini takut akan itu bila melakukan ini bila melakukan itu. Gimana coba. Mau maju dari arah mana! Agama . . . Di indonesia ada bermacam macam. Baik yang diakui pemerintah maupun yang tidak diakui. Pluralisme begitu mereka menyebutnya. Negeri yang besar ini terdiri dari berbagai macam agama dan kebudayaan tapi pola pikirnya tetap satu ; statis jalan di tempat. Buktinya apa. Buktinya ya ini. Dikit dikit buru buru nikah. Dikit dikit buru buru kawin. Malah ada istilah kekasih halal. Artinya secara norma agama halal untuk diajak bercinta. Koitus . Kelamin ke kelamin. Hubungan seksual, bahasa umum-nya. Menikah mereka pikir hanya urusan libido. Salah besar. Salah sangat besar. Pantas saja banyak orang di indonesia ini tak bahagia termasuk aku mungkin karena memang dari awal pada dasarnya orientasinya udah mengalami penyesatan begini ini. Dan aku sebagai insan merdeka tak pernah habis pikir merenungkan hal hal seperti ini, terlebih lagi sudah mengalami apa itu yang namanya menikah. Sudah tau sendiri bagaimana rumitnya. Tapi ingin melawan arus ingin aku melawan pemikiran pemikiran seperti ini tapi aku ngga punya daya. Aku tak punya apapun yang bisa menguatkan rujukan ku sebagai insan merdeka yang berpikir dan berkembang sebagai bagian dari komponen biotik . Aku juga punya peranan menyelamatkan dunia minimal dengan ideologi yang begini ini, ya. . . . Yang melawan arus. Begitulah sepak terjang. Suka atau tidak sk pada dasarnya kenyataannya ya begini inilah.

0 komentar:

Posting Komentar

Private thoughts only

Diberdayakan oleh Blogger.

Copyright © 2012 Isi KepalaTemplate by :Urangkurai.Powered by Blogger.Please upgrade to a Modern Browser.