Bangsaku Punya Wajah

Mencari nafkah di jalanan ibukota memang ngga mudah. Cobaan terberat salah satunya adalah kemacetan. Seperti profesi sopir mikrolet inilah yang makin lama semakin tergencet. Ditekan keadaan. Bayangin. Satu hari seorang sopir mikrolet harus bayar 140 ribu sebagai sewa mikrolet. Untuk beli bbm aja habis 300 ribu. Jadi untuk operasional sehari hari seorang sopir mikrolet habis duit 440 ribu. Kerja dari pagi jam 6 sampe malem banget. Jam 10. Kadang sampe pagi lagi. Itu pun seorang sopir mikrolet sehari hari nya dapet hasil bersih itu kurang lebih 70 ribu doank. Harga gas naik. Harga bensin solar naik. Harga kebutuhan pokok naik. Harga beras apalagi. Coba bayangin jam enam pagi sampe jam sepuluh malem banting tulang demi 70 ribuan. Apa sepadan. Masalah sosial seperti ini yang dihadapi bangsa indonesia dewasa ini. Bayangkan. Tiga ratus lima puluh juta rakyat indonesia diantaranya termasuk novi, linda, asiyah, mei, indah dan segala macam orang yang diklaim sebagai rakyat indonesia, hajat hidupnya harus dipenuhi. Dipenuhi dengan cara cara yang manusiawi. Beda kepala beda lagi kepentingan. Seorang bayi yang baru lahir saja harus disiapkan ketahanan pangan-nya. Harus disiapkan layanan kesehatannya sampe dia tua dan mati kelak. Harus disediakan lapangan pekerjaan. Harus disiapkan pendidikan yang layak. Hal hal semacam ini apa ngga bikin pusing coba. Kita cuma bisa nyinyir. Tapi yang jadi pemangku kuasa pasti pusing banget. Dan parahnya lagi jujur saja aku benci presiden yang sekarang ini. Ngga usah sebut nama lah ya. Kan ngga etis ntar kena pasal penghinaan. Jujur saja dengan wibawa-nya yang luntur dan omong kosong-nya aku jadi benci sama presiden yang model begitu itu. Bukan benci figur-nya. Tapi benci pola pikirnya. Parahnya lagi masyarakat bangsa ku ini lebih mampu menilai figur yang mereka pikir mereka pahami tetapi ternyata tidak. Bangsa ini sedang berada di ambang keruntuhan. Atau dunia keseluruhan mau runtuh juga, siapa yang bisa menduga. Konsumen atau rakyat indonesia tengah menjerit sekarang ini. Harga harga. Mahal semua. Klaim-nya negara ini negara kaya. Kaya model apa aspal aja hancur semua. Benar benar jemu. Ngga ngga pengen ikutan nyinyir tapi kok ikutan emosional. Padahal menurut ideologi yang aku yakini, solusi-nya sangat mudah. Mudah sekali. Hanya butuh seorang pemimpin yang cukup berani. Permasalahan yang paling mendasar bangsa ini ya cuma jumlah penduduk. Jumlah penduduk menentukan permintaan dan penawaran komoditi. Barang barang bisa mahal karena langka. Barang barang bisa langka karena yang butuh banyak. Yang butuh banyak karena populasi banyak. Populasi banyak karena memang ngga pernah diatur mekanisme reproduksi rakyat di negeri ini. Bayangkan saja. Di cina aja orang bercinta itu bebas. Tapi kalo sampe hamil. . . Jangan harap hidupnya tenang. Ngga nyaman. Layanan kesehatan dibatasi untuk org hamil yang tanpa izin pemerintah. Sementara bayangkan saja di indonesia. Org bercinta seenaknya. Hamil juga begitu saja. Malah seolah olah berlomba lomba beranak pinak . Wanita indonesia evolusi-nya melenceng jauh dari konsep seleksi alam. Wanita indonesia semakin hari semakin mudah beranak. Bercinta dikit, positif. Bercinta dikit, positif. Parahnya lagi pemerintah tenang tenang saja dengan org hamil di indonesia ini. Padahal satu bayi yang lahir itu sama dengan beban hajat hidup negara. Negara ini sudah lelah mengurusi ratusan juta orang kok enak saja perempuan main hamil aja. Ideologi ku gampang saja. Program infertilisasi populasi yang tidak produktif bagi kepentingan negara. Yang sakit cacat atau kontra produktif, sel reproduksinya dimatikan saja sehingga dia ngga bisa beranak lagi. Bercinta sih masih bisa. Kan masih manusiawi. Kata agama sih itu menyalahi kodrat manusia. Aku ngga mikir agama. Karena justru dengan fanatisme agama-lah bangsa ini ngga pernah maju. Agama itu produk kebudayaan. Urusan sama Tuhan itu personal. Vertikal. Sementara kemaslahatan horizontal ini punya prioritas variabel. Kalo mau beriman, beriman asal jangan naif. Dan simpel. Hidup itu pilihan. Yang lamban ditinggalkan. Yang ngga pernah ada dan terlalu sibuk dengan dunianya sendiri, juga akan ditinggalkan.

0 komentar:

Posting Komentar

Private thoughts only

Diberdayakan oleh Blogger.

Copyright © 2012 Isi KepalaTemplate by :Urangkurai.Powered by Blogger.Please upgrade to a Modern Browser.