Air terjun tirta kemanten . . . Aku lihat cuma air terjun biasa. Ngga beda dengan air terjun air terjun kebanyakan. Tirta kemanten. Ya. Dinamakan seperti itu karena memang ada dua air terjun yang berdampingan. Seperti pengantin. Awalnya aku menemukan air terjun ini secara ngga sengaja. Waktu itu masih bersama si asiyah. Kami berdua merasa cukup jenuh dengan spot pacaran yang begitu gitu aja. (si asiyah sekarang udah jadi istri orang-tentu saja). Jenuh dengan lokasi pacaran yang melulu bikin bosen. Pantai, rumah makann, pantai lagi, makann lagi. Meskipun pantai-nya bagus sih. Tapi kan lama lama bosen juga. Kami perlu sesuatu yang dinamis. Akhirnya aku browsing tempat tempat yang rumor-nya unik di banyuwangi. Kesana kemari hingga aku tertarik dengan sebuah tempat diantara pegunungan karet di kaki gunung raung yang kala itu masih sering aktif-nya. Gunung raung yang sering memuntahkan awan panas. Ah . . . Tempat ini bagus juga pikirku. Karena memang tempatnya berada di rerimbunan hutan dan kebun kopi. Ngga banyak juga orang yang tau atau berkunjung ke tempat ini karena memang jalannya sulit diakses dengan kondisi jalan yang kurang pas lah untuk motor konvensional. Air terjun ini menyuguhkan hal yang unik yg aku ngga bisa jumpai di air terjun lain; nuansa sepi hening tenang dingin dan kabut. Ya. Kabut. Kalo sore menjelang senja kabut dari puncak gunung raung akan turun ke cekungan air terjun ini. Menjadikannya seperti jurang setan. Bener bener tempat yang mengerikan sekaligus eksotis. Hening banget. Yang kita temui hanya suara binatang hutan dan debur air terjun. Aku sk tempat ini. Tenang sepi hening. Tak ada yang mengganggu. Di alam lepas aku bisa ngapain aja. Berpikir. Meratap bahkan. Bagi mereka yang hidupnya dipenuhi kehilangan. Hehehe. Tapi ngga lah jangan meratap terus. Ngga bagus. Di air terjun ini airnya lumayan jernih. Airnya khas air gunung. Dingin. Jernih. Bebatuan di dasar sungai masih sangat jelas terlihat. Untuk spot spot tertentu yang agak dalam, airnya berwarna biru. Dasar sungai nya ngga terlihat saking dalamnya. Sepanjang perjalanan menuju air terjun ini kita bisa menjumpai perkebunan karet dan kopi. Yang dikelola perusahaan swasta. Jalan-nya sih memang kurang bagus. Harusnya hanya mobil offroad yang bisa melintasi tempat ini. Motor bisa juga sih kalo agak maksa. Nih buktinya aku nyampe juga meski cuma pake motor kan? Boncengan juga.
0 komentar:
Posting Komentar
Private thoughts only