Mimpi buruknya macem macem mulai dari lihat hal hal yang ngga lumrah. Sampe mengalami nya sendiri. Jadi begini. Rumah kami itu berbatasan langsung dengan lokasi pabrik. Belakang rumah itu semak belukar dan sawah. Sebelah kiri itu ada beberapa jejer rumah kosong yang ngga ditempati, sebelah kanan kantor, jarang ada aktivitas. Sementara bagian depan langsung menghadap ke pohon wringin anom dan garasi lokomotif pabrik. Tiap mau berangkat sekolah aku harus melewati kedua tempat itu. Kalo masih pagi sih banyak pekerja yang sudah lalu lalang bekerja di pabrik. Jadi ngga begitu takut. Kalo agak sore pun masih ada satpam nya. Keluar masuk tamu harus lapor kecuali penghuni. Tapi, kalo malam, satpamnya ngga pernah jaga di pos. Mesti jaga di pos pabrik bagian depan deket dengan kantor yang ruangannya terang ada tv nya setiap malam main kartu. Jadilah setiap malam rumah kami tak terawasi . Kalo maling atau rampok sih ada beberapa kali. Tapi kalo mau merampok rumah kami mereka pikir pikir. Karena cuma ada satu jalan masuk sekaligus jalan keluar. Nah dengan tempat yang se-angker ini, di atas maghrib sudah malas beraktivitas di luar rumah aku. Apalagi hari sudah gelap waduh mending aku di kamar main komputer. Di lingkungan itu jarang bergaul aku karena ngga punya tetangga. Ada sih selisih dua atau tiga rumah tapi anaknya masih tk nol kecil waktu itu. Wkwkwk. Pabrik gula sih memang rata rata angker. Cuma selain angker bisa juga jadi tempat peristirahatan yang nyaman yang tenang jauh dari hiruk pikuk kesibukan kota, pabrik gula kami tuh ada di desa. Sekitar sepuluh kilometer dari pusat kota. Ya kota kecil juga sih. Ngga banyak aktivitas juga di sekitar sini. Ah apa yaa sebenernya ini bukan artikel misteri. Belakangan ini aku juga ngga begitu pandai menulis cerita, aku hanya sk menulis. Menulis dan menulis saja. Isi blog yang mudah mudahan menarik ini. Cerita masa kecil ku begitu. Tahun dua ribu sembilan kami pun pindah ke pabrik gula lain yang tempatnya lebih dekat dengan pusat kota. Tempatnya jauh lebih nyaman dan jauh lebih ramai. Tapi tetap saja sih yang namanya pabrik gula itu hampir semuanya karena bangunannya tua dan peninggalan belanda yang arsitektur bangunannya memang kontras dengan bangunan orang orang lokal memang membuat pabrik gula dan sekitar nya menjadi tempat tempat yang memiliki kesan kurang nyaman karena aura nya cenderung memancing orang orang untuk berpikir paranoid tentang bangunan tua peninggalan orang eropa. Tapi, beberapa kali ada turis asing dari luar datang untk sekedar mengabadikan ornamen seni bangunan bangunan peninggalan belanda di pabrik gula. Atau mereka cenderung lebih senang memotret lokomotif peninggalan belanda. Bagi mereka yang lebih faham mengenai benda benda bernilai seni, pabrik gula itu gudangnya. Pabrik gula yang notabene banyak dibangun di tahun seribu delapan ratusan, mempunya banyak peninggalan seni sisa sisa era kolonialisme.



0 komentar:
Posting Komentar
Private thoughts only