Rumah Yang Sakit

Tadinya aku selalu terkesan dengan apa yang disuguhkan oleh rumah sakit dan isinya. Belakangan aku baru menyadari bahwa rumah sakit hanyalah sekumpulan bangsal yang kebanyakan penghuninya terbebani dengan estimasi biaya pengobatan yang di negeri ini konon katanya selangit mahalnya minta ampun … tidak banyak yang bisa aku pungkiri bahwa negeri ku negeri sejuta impian yang katanya tumbuh berkembang menjadi negeri yang besar yang maju dengan segenap pencapaian konkritnya, tidak lebih dari sekedar tanah pengharapan. Mereka yang berharap untuk sembuh mereka yang berharap untuk mendapatkan pekerjaan yang layak untuk menghidupi anak istrinya, mereka yang senantiasa berkeinginan untuk tetap bersekolah meski ujng ujungnya sekolah yang mereka tempuh hanya berharga sebatas secarik kertas ijazah. Negeri ini, dipersempit konteksya menjadi kota kecil ini. Kota kecil yang jadi tempat jenuh dan membosankan dengan segala rutinitas kakunya. Kupikir awalnya rumah sakit bisa jadi andalan untuk mereka yang mengharapkan kesembuhan dan pelayanan. Ternyata masih jauh dari standar humanis. Tentu saja tidak bisa dipungkiri lagi itu semua menjadi bagian dari proses yang memang harus dilalui …. Semua ada waktunya semua ada masanya segala sesuatunya tidak instant kecuali satu hal : kumpulan orang bodoh yang mempersempit ruang gerak

0 komentar:

Posting Komentar

Private thoughts only

Diberdayakan oleh Blogger.

Copyright © 2012 Isi KepalaTemplate by :Urangkurai.Powered by Blogger.Please upgrade to a Modern Browser.