REPRESENTATION AND COGNITIVE CONTRADICTION
Saya tertarik terhadap resistansi
atau ketiadaan pemaknaan, gambar, teater, benda purbakala, mitos, novel dan
pemaknaan seks. Hal ini seperti pilihan acak dari keseluruhan kemungkinan
beserta pada nuansanya. Namun ini termasuk beberapa sentral artistik dan bentuk
bentuk religius dari pemaknaan (ikon, teater, novel) yang hadir dalam
masyarakat tertentu dan tidak terdapat di masyarakat lainnya yang mendatangkan
tanda tanya kepada saya tentang pemaknaan yang sangat alamiah. Saya tidak
bermaksud untuk melingkupi keseluruhan pemaknaan dimana ambivalensi bisa timbul
namun hal ini menggelitik rasa penasaran saya mengenai perlunya penjelasan
secara umum. Saya sengaja mengesampingkan ranah tertentu mengenai penolakan, penekanan
atau ketiadaan aktivitas aktivitas ini dalam masyarakat manapun dengan sebuah
tanda tanya besar mengenai fitur yang telah menyebarluas ini menerangkan
mengenai alam pemaknaan yang merupakan fitur sentral dalam hidup manusia.
Apakah yang kita bicarakan ketika membahas tentang “representation”? pemaknaan
adalah merupakan hal yang mendasar dalam komunikasi manusia untuk budaya
manusia. Durkheim menyatakan bahwa pemaknaan kolektif merupakan perhatian utama
dari para sosiologis dan antropologis. Seni adalah representatif demikian juga
bahasa, misalnya pada kata “horse” untuk hewan kuda. Dia juga bisa berarti
mimetik sebagaimana ‘pitter-patter’ meniru rintik hujan. Saya sangat peduli
mengenai kategori pemaknaan artistik gambar, dalam lukisan dan patung, dan juga
pada teater sebagaimana pembahasan yang lebih menyeluruh mengenai penyembahan
berhala (yang mewakili figur seseorang) dan pemaknaan fiksi. Letertarikan saya
akan fenomena fenomena ini terdapat pada dua aspek utama. Pertama, ketimpangan
distribusinya dalam masyarakat pada waktu yang berbeda namun dalam masyarakat
yang sama. Yang kedua, keberatan yang muncul baik perseorangan maupun khalayak
umum. Saya berharap kedua aspek utama ini mengindikasikan hal yang memiliki
inter-relasi.
0 komentar:
Posting Komentar
Private thoughts only