Ultah Ibu

Hari ini memang hari yang spesial. Selain hari buruh ada hal lain yang bikin hari ini sedikit berbeda. Jauh dari hiruk pikuk euforia orang orang yang mensuarakan hari buruh, hari ini adalah ulang tahun ibunda tercinta. Hari ini, 53 tahun yang lalu ibunda lahir ke dunia. Tidak banyak yang mengingat ulang tahunnya, kalo saja aku tak sering ngetik nomor induk pegawai dan nuptk untuk sertifikasinya mungkin aku juga tak akan pernah ingat ini hari ulang tahunnya. Tapi untuk seorang ibunda, ulang tahun seperti ini tak terlalu banyak berarti. Sama seperti hari hari lainnya, diisi dengan melayani keluarga, masak, nyuci dan beraktivitas. Berhubung ini hari buruh, ibunda menikmati hari liburnya dengan bersantai menonton tv di rumah. Tidak ada agenda spesial. Sama seperti hari hari lainnya, ulang tahun biasa. Perayaan pun tak ada. Hanya di televisi riuh dengan buruh turun ke jalanan menyuarakan kehendak dan keinginannya, tapi ibuku, jauh lebih mulia dari buruh. Ibuku, tak perlu turun ke jalan menyuarakan isi hatinya, dia tak punya apapun untuk dipendam. Hidupnya tenang dan tak punya beban. Hidupnya serasa lengkap berada di tengah tengah keluarga yang saling menjaga, berhubungan baik dengan kerabat dan saudara, tak pernah ada yang terlewatkan. Hari ini, hanya sebuah simbol. Satu dari ribuan hari hari lain selain hari ini , sebagai wujud rasa syukur seorang manusia seorang istri dan seorang ibu bahwa hidupnya dianugerahi berkah dan dikelilingi orang orang yang peduli. Keindahan berkumpul bersama keluarga, mengabdi dan menikmati kebersamaan. Selamat ulang tahun ibu, maafkan ananda belum bisa kasih kado spesial selain doa dan tulisan blog, agar ibu senantiasa sehat ceria dan optimis. Terimakasih

0 komentar:

Posting Komentar

Private thoughts only

Diberdayakan oleh Blogger.

Copyright © 2012 Isi KepalaTemplate by :Urangkurai.Powered by Blogger.Please upgrade to a Modern Browser.