Dasar Fanatik

Kenapa jadi fanatik itu bodoh? Karena fanatik itu adalah kecenderungan untuk berpikir sebagaimana dia menerima keyakinannya sebagai sesuatu yang kultus keramat dan buta. Ketika seseorang fanatik, dia akan membela mati matian keyakinannya untuk membuktikan kebenaran yang dipercayainya. Tidak peduli stigma benar atau salah . Penanaman nilai dalam benaknya sudah membutakan kemampuannya untuk dapat mempertimbangkan secara rasional kenyataan yang sesuai dengan keadaan real kehidupan dan sekelilingnya. Fanatik dalam hal apapun, hampir bisa dipastikan bodoh. Beda lagi dengan mengamalkan. Mengamalkan adalah mengetahui, menerapkan, dan menyimpulkan. Tiga kriteria pokok keutamaan seseorang itu mempelajari, mempraktikkan, dan mengajarkan. Seseorang yang fanatik, tidak memenuhi ketiga kriteria tersebut biasanya. Satu contoh saja orang fanatik dengan agama. Tidak peduli sekejam apapun ajaran agamanya, dia bakal mati matian membela keyakinannya terhadap agama-nya bahkan kemungkinan menyerang balik. Tetapi tidak memikirkan keadaan rasional. Menurut psikoanalisa ini namanya superego . Fanatisme, identik dengan kebodohan. Quote dari kyai haji ahmad dahlan ini aku kutip. Aku selalu ingat quote ini. Di indonesia sendiri seseorang bahkan rela berperang dengan saudaranya demi fanatisme. Demi membela keyakinannya yang dia terima sebagai pilihan satu satunya. Orang fanatik biasanya menerima sesuatu keyakinan sebagai sesuatu yang melekat pada dirinya sejak lahir. Bukan pencarian. Seseorang yang melakukan pencarian akan kebenaran dalam hidupnya biasanya banyak memiliki pilihan dalam hidupnya. Disamping itu dia akan lebih adil dalam menyikapi polemik-nya. Pacar satu ngga pernah hadir. Pacar kedua rewel mulu. Lalu ditinggalkan lah keduanya. Adil untuk sudut pandang-nya sendiri. Point of view. Fanatik itu beda. Fanatik itu mempertahankan dua duanya karena dalam keyakinannya itu dimungkinkan. Tapi. Fanatik tidak ada salahnya. Bangsa ini pun berdiri berkat fanatisme juga. Orang orang yang didorong oleh pondasi religius untuk mencintai tanah airnya. Padahal dunia ini tidak diciptakan ber-batasan batasan. Dunia ini tidak pernah diciptakan ber-negara-negara. Dunia ini satu. Berhubungan. Tidak terpecah. Yang menjadikannya terpisah pisah adalah manusia dan fanatisme-nya sendiri. Jadilah dunia yang penuh peperangan. Penuh sengketa dan angkara murka. Awalnya pun dari fanatisme. Bukan dari hal lain. Itu lah mengapa, kita harus benar benar bisa melepaskan diri dari fanatisme. Fanatisme itu racun peradaban.

Posted by
Dedi Andrianto Kurniawan

More

Selasa

Selamat pagi ... selamat hari selasa. Oh iya ya hari ini hari selasa... bangun tidur rasanya badan kaku semua ... emang tidurku semalam gimana ya? Apa pake silat segala kok bangun tidur begini badanku jadi kaku semua .. mmmmmm hari ini bahas apa yaaa???? Oh ya ... hari ini hari yang baru harusnya memang ada cerita baru lagi yachh ... mmmm .... kalo diliat dari rutinitas sih kayaknya hari ini bakal seperti hari hari yang lain membosankan tapi kan setidaknya masih bisa ngeksis di blog ini huhuhu hohohohohoh .... .. semalam hujan lebat ... kota ini diguyur hujan lebat hampir semalaman ... pantas saja pagi ini cuacanya dingin ngga seperti biasanya ... pagi ini kota ini pun diselimuti menung jadi cocok lah buat yang mau aktivitas di luar ruangan ... ngga terlalu panas panas amat sihhh ... hari selasa hari malas biasanya .. bisa leha leha di studio dengan tenang santai dan penuh senyuman ... wkwkwkwk paling pling ya gitu aja seperti biasanya. Bea dengan hari senin rabu atau jumat ... males lah pokoknya ngga terlalu semangat (yaaa kecuali ada duitnya sih) hahahaha ... duit itu kan penyemangat ... lha org kerja cari duit ngga nyari tenang, iya kan??
Lagi cek sisa kuota paketan internet ternyata udah tinggal dikit. Untungnya android lagi sepi ngga banyak yang pang ping pang ping jadi ngga terlalu risih lagi dengan handphone ... jadi lebih tenaaaang sekarang menikmati segala sesuatu. Nikmat banget ... udah kaya ngopi di villa hehehe.

Posted by
Dedi Andrianto Kurniawan

More

Raung

Air terjun tirta kemanten . . . Aku lihat cuma air terjun biasa. Ngga beda dengan air terjun air terjun kebanyakan. Tirta kemanten. Ya. Dinamakan seperti itu karena memang ada dua air terjun yang berdampingan. Seperti pengantin. Awalnya aku menemukan air terjun ini secara ngga sengaja. Waktu itu masih bersama si asiyah. Kami berdua merasa cukup jenuh dengan spot pacaran yang begitu gitu aja. (si asiyah sekarang udah jadi istri orang-tentu saja). Jenuh dengan lokasi pacaran yang melulu bikin bosen. Pantai, rumah makann, pantai lagi, makann lagi. Meskipun pantai-nya bagus sih. Tapi kan lama lama bosen juga. Kami perlu sesuatu yang dinamis. Akhirnya aku browsing tempat tempat yang rumor-nya unik di banyuwangi. Kesana kemari hingga aku tertarik dengan sebuah tempat diantara pegunungan karet di kaki gunung raung yang kala itu masih sering aktif-nya. Gunung raung yang sering memuntahkan awan panas. Ah . . . Tempat ini bagus juga pikirku. Karena memang tempatnya berada di rerimbunan hutan dan kebun kopi. Ngga banyak juga orang yang tau atau berkunjung ke tempat ini karena memang jalannya sulit diakses dengan kondisi jalan yang kurang pas lah untuk motor konvensional. Air terjun ini menyuguhkan hal yang unik yg aku ngga bisa jumpai di air terjun lain; nuansa sepi hening tenang dingin dan kabut. Ya. Kabut. Kalo sore menjelang senja kabut dari puncak gunung raung akan turun ke cekungan air terjun ini. Menjadikannya seperti jurang setan. Bener bener tempat yang mengerikan sekaligus eksotis. Hening banget. Yang kita temui hanya suara binatang hutan dan debur air terjun. Aku sk tempat ini. Tenang sepi hening. Tak ada yang mengganggu. Di alam lepas aku bisa ngapain aja. Berpikir. Meratap bahkan. Bagi mereka yang hidupnya dipenuhi kehilangan. Hehehe. Tapi ngga lah jangan meratap terus. Ngga bagus. Di air terjun ini airnya lumayan jernih. Airnya khas air gunung. Dingin. Jernih. Bebatuan di dasar sungai masih sangat jelas terlihat. Untuk spot spot tertentu yang agak dalam, airnya berwarna biru. Dasar sungai nya ngga terlihat saking dalamnya. Sepanjang perjalanan menuju air terjun ini kita bisa menjumpai perkebunan karet dan kopi. Yang dikelola perusahaan swasta. Jalan-nya sih memang kurang bagus. Harusnya hanya mobil offroad yang bisa melintasi tempat ini. Motor bisa juga sih kalo agak maksa. Nih buktinya aku nyampe juga meski cuma pake motor kan? Boncengan juga.

Posted by
Dedi Andrianto Kurniawan

More

Ngapain Kartinian?

......
Oh iya … naaah ini dia nih … beok kan hari kartini ya … katanya sih dirayakan setiap tanggal 21 april setiap tahunnya sebagai hari kartini … katanya …kaertini itu pejuang yang memperjuangkan kesamaan gender … eksamaan harkat martabat dan derajat … gender ngga lagi didiskriminasi katanya … omong kosong. Omong kosongnya bangsa bodoh itu … justru dengan adanya jargon kartini masa kini itulah bangsa Indonesia justru menciptakan diskriminasi … padahal kalo diam kenapa?? Umpama mulutnya masing masing bangsa Indonesia mingkem kenapa ?? ngga usah gembar gembor kartini kartinian toh dari dulu udah dari dahulu kala manusia diciptakan sama… ngga pria ngga wanita manusia itu harkatnya sama derajatnya sama ngga pandang wanita ngga pandang pria semuanya punya hak dan kesempatan yang sama. Hak untuk dipenuhi hajat hidupnya. Hak untuk memperoleh kesehatan dan layanan medis yang layak. Hak untuk hidup dan bersosial … bukankah semuanya punya hak dan kesempatan yang sama. Kalo ada yang bilang kartini itu pejuang gender itu omong kosongnya orang bodoh ngga usah dipercaya. Kartini diberi gelar pahlawan karena sepak terjangnya itu membuktikan pola pikirnya … dia konsisten! Itu saja … kalo kesetaraan klausa… eh salah … kesetaraan gender mah ngga usah diomongin lagi dari jaman nabi adam dan haw amah manusia udah diberikan kesempatan yang sama. Coba bayangin …. Adam ada di surge hawa juga bleh ada di surge …. Adam memperoleh kenikmatan surge hawa juga memperoleh kenikmatan yang sama …. Peraturan berlaku atas adam juga berlaku atas hawa… ngga boleh makan buah terlarang yaaa ngga boleh semua… dihukum satu yaa dihukum semua. Itu artinya tuhan itu mencipatakan manusia pria dan wanita itu untuk fitur dan fungsi tujuan yang sama … ngapain kita ndikte ndikte tuhan atau ndikte ndikte paradigmanya orang tentang kesetaraan gender. Itu Cuma ramai ramainya orang yang pengen eksis saja … ngga usah diperjuangkan juga pria dan wanita udah martabatnya sama … semua punya hak dan kesempatan yang sama ngga usah bawel seperti orang Indonesia hanya karena kartini satu aja sampe muncul hysteria begini begitu … lha emang apa hebatnya satu orang kartini itu … dia toh Cuma orang jepara biasa,, emang kalian piker di jaman dulu itu orang jepara yang jengah terhadap perlakuan colonial dan kebodohan orang pribumi masa itu apa Cuma kartini saja?? Yo enggak … ngga Cuma kartini aja mboool … wanita lain banyak di jepara sana jaman segitu yang jengah dengan perlakuan ngga manusiawi … mungkin juga ngga Cuma di jepara bisa jadi di seluruh dunia terlebih lagi bangsa ini dulu tengah dijajah … bangsa ini dulu hina dina … hina sehina hinanya karena okupansi kaum penjajah lha terus sekarang jaman yang katanya udah merdeka kita kok ngotot bela belain memperjuangkan kesetaraan gender malah ada jargon bukune si kartini habis gelap terbitlah terang begitu katanya … sekali lagi membuktikan bangsa ini memang masih bodoh tapi bodohnya terselubung … sangat terselubung sehingga kita semua pada dasarnya ngga pernah nyadar bahwa kita itu bodoh … kita hanya perlu mnegakui saja kalo kita semuanya itu pada dasarnya bodoh semua …. Habis gelap terbitlah terang … jargon goblok … gelap itu ngga ada … gelap itu terjadi karena ketiadaan cahaya … gitu katanya Einstein … bukan karena aku njiplak jargnnya Einstein lalu aku bilang aku berkiblat ke Einstein … bukaaaaannn tapi untuk merubah paradigm kolot bangsa ini … kesetaraan gender katanya … hal paling bikin aku pengen muntah kesetaraan gender itu … bayangin wanita mati matian berjuang ingin dianggap setara dengan pria padahal dari dulu kodrat ilahi sudah menentukan wanita maupun pria sama sama punya martabat sama sama diakui … yang ngga diakui Cuma waria Cuma bencong kaum banci yang tubuhnya pria tapi berasa wanita atau sebaliknya yang tubuhnya wanita tapi tingkah lakunya begajulan ngalah ngalahi wong lanangan … begitu kata orang jawa timur mungkin. Sudahlah kita jangan salah menangkap dogma. Kita hentikan omong kosong tai ini … kita pelan pelan menyadari bahwa tanpa kartini pun kodrat harkat dan martabat pria dan wanita itu sama … tuhan ngga pernag memberikan takaran yang berbeda mau pria mau wanita toh sama aja kita semua punya kesempatan hidup berbuat baik dan melakukan Sesutu untuk hidup kita masing masing …. Kalo mau berjuang … itu lho berjuang melawan waria saja … mereka itu justru yang mengotori kemurnian ras dengan kualitas hidup sesat yang dipilih … udah jelas lho jadi laki laki malah kemayu kaya wanita … kan ngga konsisten … mempermalukan tuhan …. Kalo zaman nazi dulu …. Waria banci dan kaum homoseksual macam mereka itu dimusnahkan … ngga diracun doank …digantung atau dibakar hidup hidup !!! mereka dianggap virus yang merusak tatanan kemurnian ras bangsa arya …. Coba liat di Indonesia sekarang … kan banyak banget bahkan operasi transgender segala ngaku ngaku memperjuangkan hak katanya …. Jujur aja nih terang terangan temen kuliahku ada juga yang waria … menjijikkan lah katanya (menjijikkan; diksi yang sering muncul di posting bogku beberapa waktu belakangan ini)
Kita ngga usah naïf dengan perkembangan jaman … memang sudah garisnya hidup itu dituntun seleksi alam untuk mengarahkan manusia kepada upaya untuk merubah diri mereka supaya bis menyesuaikan diri dengan alam agar tercipta tatanan kehidupan yang selaras antara makhluk hidup alam dan tuhan … tuhan sendiri sudah menggariskan begitu kok ngapain kita pake ragu ragu. Kembali ke topic … kartini tadi … menurut pendapatku pribadi kartini itu pejuang biasa ngga jauh beda sama cut nyak dien atau dewi sartika atau si tiahahu ….. Cuma seorang yang berjuang melawan dogma sesat kolonialisme terhadap hak sipil dan kemanusiaan … kartini mati matian mempertahankan visi seperti itu … lalu di jaman ini kita mati matian menafsirkan bahwa gender dan kesetaraannya itu harus diperjuangkan … ibarat laut itu udah asin lalu kita belanja garam kita garami lautan ……..

Yaaa Cuma opini pribadi lah … namanya juga kemerdekaan bersuara … komentar ngga akan saya taggapi … percuma

Posted by
Dedi Andrianto Kurniawan

More

Le Kulkas

Kulkas … atau yang orang biasa mengenal dengan istilah lemari pendingin yang dewasa ini hamper di setiap rumah kita ada (kecuali di kostnya herlina)—aku ngga sebut namamu lagi lho ngga usah GR !!!! kulkas sekarang sudah jadi semacam kebutuhan primer. Karena negeri kita ini terletak di zona khatulistiwa yang panas gerah dan suka bikinsumuk jadinya manusia berusaha beradaptadi sebagai bentuk penyesuaian diri terhadap alam dengan berevolusi menciptakan lemari pendingin ini … refrigerator katanya org barat sana mah.
Kulkas … entah keplingse gimana lidah masyarakat kita dari kata refrigerator malah jadi kulkas… ngga derivasi langsungaja dari bahasa induknya … malah jadi kulkas.. di rumahku ada satu … kulkas merk national … bahkan merk itu sekarang udah ngga ada lagi diganti Panasonic … konon katanya kulkas ini usianya jauh lebih tua dari usiaku sendiri … dibeli setelah pertama kali bapak dn ibu menikah dan menempati rumah dinas. Yang satu sebagai pegawai negeri yang satu lagi sebagai direksi dari sebuah perusahaan swasta dulu kalo sekarang udah jadi BUMN katanya.
Kulkas hijau tua merk Panasonic … eh salah … maksud aku national …. Usianya konon sudah lebih dari tiga puluh ahun … dulu waktu aku kelas tiga SD sempat ada insidenkecil … kulkas itu kunci pintunya aku bawa ke sekolahan aku taruh di task u … pulang sekolah kuncinya kok hilang … aku cari cari ngga ketemu …. Akhirnya ya sudahlah hilang ya udah hilang ngga apa apa untungnya kulkasnya ngga dikunci jadi masih bisa tetap dibuka. Nah itulah kenapa sampe sekarang kulkas ini ngga pernah punya kunci karena ngga sengaja-entah senagaj atau tidak-aku ilangin pas aku pulang sekolah suatu hari dulu ketika aku masih kelas 3 sd. Begitulah ceritanya

Posted by
Dedi Andrianto Kurniawan

More

Bobot

.....

Siang terik ini aku masih duduk menyendiri di studio sambil ditemani alunan musik anak anak ngeband dengan lagu lagu ngga jelas. Tapi ya sudah lah enak ngga enak toh mending didengarkan saja sambil aku cari inspirasi buat ngeblog ini. Sambil tiduran sambil denger lagu sambil nulis kan enak. Pekerjaan mana lagi yang se-asyik ini? Insya Allah belum ada sampe sekarang. Hehehe. Sementara di angkasa di luar sana tengah hiruk pikuk helikopter melintas kesana kemari. Entah ada apa. Oh ini. Iya. Mungkin mereka mengamankan pelaksanaan konferensi asia afrika yang dilaksanakan di bandung sejak kemaren. Tapi pengamanannya masa sampe ke jawa timur juga? Terlalu ketat. Kepala negara kok takut kenapa kenapa. Wkwkwk. Kalo aku diundang kesana mah ngga perlu pake jasa pengawalan. Aku bakal undang juga teman teman yang asyik . Yang gampang mencairkan suasana. Lumayan lah mbahas blog ku di konferensi asia afrika. Kan keren . Ah ya sekalian undang si opi sebagai testimoni karena sering mengomentari tulisan di blog ku. Lumayan. Jadiin tamu kehormatan. Kursi nya paling depan. Deket ac. Deket meja makanan juga. Biar kaku de sekalian. Oh ya. Di sanggar aku lihat ada timbangan berat badan. Aku iseng aja pengen tau berapa sih berat badanku sekarang. Pas naik timbangan. Astaga. Tujuh puluh lima bobot ku. Lebih berat dari se-karung beras. Beras aja lima puluh. Kok aku tujuh empat? Tujuh lima lah kena pembulatan dan pajak-nya sekalian. Hahaha. Astaga. Sudah se-berat inikah aku. Padahal dulu kuliah tahun dua ribu enam masih enam puluh lho bobot ku. Sekarang tujuh lima. Lama kelamaan aku ini kya cewe . Takut banget jadi gemuk padahal siapa juga yg bakal peduli aku mau gemuk aku mau kurus ngga ada yang bakal peduli tapi kok aku kya nya akhir akhir ini concern banget sama penampilan. Apa aku hamil yach. Hahaha. Nggak nggak. Nggak. Kalo hamil pun perbuatan siapa ini. Masa anak tuhan? Wkwkwk. Ngerasa jadi kya siti maryam aku. Padahal kan aku cowok. Kembali ke topik. Tujuh lima. Sepintas aku terpikir lagi selama ini aku makann apa aja kok malah kya kantung sampah begini. Wkwkwk. Bicara sampah aku mah jadi inget post seorang teman facebook beberapa hari yang lalu. Aku mah orang nya gitu kalo ada sampah dipungut dibawa pulang. Wkwkwk. Yaa yaa yaa. Kesadaran sosial ya pungutin sampah. Ya itu namany aware. Peduli . . . Sama sampah. Peduli sama lingkungan. Peduli juga sama omongan. Oke back to topik. Emang ya berat badan itu kya hantu yang menakutkan. Semua orang ngga ada yang sk jadi gemuk. Ngga ada sama sekali. Aku juga. Ngga pernah sk malah. Obesitas kan identik banget dengan penyakit. Ah mana mau aku penyakit-an. Ngga mau sama sekali. Ogah. Wkwkwk. Tapi terlanjur tujuh empat begini. Tinggi badanku masih seratus tujuh puluh. Berarti ini seharusnya belum ideal. Masih gede-an berat badan nya. Jadi harus turunin lagi lima kilo. Kira kira bisa ngga ya. Ah. Aku ini ribet soalnya. Ngga bisa lihat makanan dikit. Eh bentar. Si angga bbm. Minta pulsa. Sek . . . Ten minute. Oke done . Sampe mana kita tadi. Ah ya. Lihat makanan dikit. Ngga nyaman kalo lihat makanan nganggur. Pasti ada naluri untuk cari cari camilan. Wkwkwk. Ah . . . Aku takut kalo lihat rumah sakit. Bukan takut sama kamar mayat-nya. Tapi takut rasa ngga nyaman-nya . . . Aku ngga mau mati di rumah sakit. Sekalipun kelas very very very very very important person . Aku mau nya mati di rumah saja. Di ranjang yang hangat bareng anak cucu ditemani istri tersayang novita. Eh sudah putus yak . Oh iya lupa. Ya pokoknya ditemani istrikuu lah siapapun dia. Asal belum mati duluan aja. Wkwkwk. Kalo bisa mati-nya bareng bareng aja kan lumayan menghemat biaya selamatan. Juga hemat biaya pemakaman. Kan enak bisa paket combo gitu. Satu lubang berdua. Satu lobang rame-rame kalo istilah anak sekarang sih. Kuburan sekarang sempit sempit. Pake dihias ini itu. Contoh aja kuburan jefri al buchory itu. Padahal mati kan ngga bawa apa apa selain tiga perkara. Kan embel embel ustad-nya masih kebawa juga ke kuburan-nya. Wkwkwk. Org indonesia ini fanatik-nya parah. Kata ahmad dahlan fanatisme itu identik dengan kebodohan. Kalo kelak aku mati bareng novita. Eh salah lagi. Lupa. Kalo kelak aku mati bareng bareng istriku kan enak. Bikin acara yang hot. Anti-mainstream gitu. Undang band. Situasi bikin meriah. Pensi gitu. Terus pake mc mahal. Kan beda. Ngapain aku mati pake di-tangis tangis pake di doa doain sampe pingsan yang doa doa. Percuma juga kalo udah mati kan urusan sama Tuhan. Ngga ada urusan sama yg hidup. Kecuali tiga perkara tadi. Anak amal ilmu. Dan utang utang selama hidup. Makanya sebisa mungkin aku hidup di dunia ini ngga mau ambil utang utang-an. Sekalipun tipis hidup ini. Emang ogah utang aku. Kalo mati susah bayar. Di kuburan ngga ada yang rental studio . Ngga ada yang bisnis tanah walet dan konsul hukum. Yang ada hukum cambuk malaikat. Heh ngeri. Udah ah yang ini diposting dulu.

Posted by
Dedi Andrianto Kurniawan

More

Bodohnya Kita

......
Mengamati gambar semacam ini, jadi mulai konyol. Merasa sangat konyol. Yaa gimana ya. Pola pikir org org masih terlalu mentah. Mereka fanatik dengan superego . Dengan penanaman nilai nilai sedari mereka kecil. Sejak mereka dididik dengan nilai sosial yang melekat erat. Tidak memiliki celah atau posisi tawar. Postingan seperti ini yang membuat polemik sosial bangsa ini kian menjadi jadi. Bagaimana tidak, masalah fundamental yang paling krusial bagi bangsa ini adalah jumlah populasi. Itu pun undang undang yang menjadi koridor hukum yang mengatur tentang tatanan populasi yang ideal bagi bangsa ini belum diatur secara jelas-coba pikirkan, pernikahan membawa kepada arah keturunan. Sudah jelas sudah pasti seseorang atau sepasang suami-istri yang telah menikah mereka bakal mengharapkan keturunan dalam keluarga kecil mereka. Setiap bayi yang lahir itu merupakan beban hajat hidup negara yang wajib dipenuhi kebutuhannya. Kebutuhan akan ketahanan pangan dari bayi hingga mati. Kebutuhan akan kesehatan dan akses pengobatan bila sakit, dari bayi hingga mati juga. Kebutuhan akan ruang tinggal yang layak sejak bayi hingga mati. Kebutuhan akan lingkup sosial yang sehat demi tumbuh kembang sejak bayi hingga mati. Belum lagi akses nya terhadap hajat hidup yang disubsidi negara sejak bayi hingga mati. Tentu saja hal hal seperti itu akan sangat membebani populasi negara. Membebani hajat hidup juga. Otomatis negara harus sekali lagi mati matian memprovide kebutuhan kebutuhan manusia manusia baru ini yang bakal muncul dan lahir terus menerus dari rahim rahim wanita yang sangat ingin menikah buru buru. Adalah menikah merupakan sebuah fitrah manusia, itu benar. Tapi kalo kita berbicara konteks beragama terus menerus lama lama eksistensi manusia akan terancam. Populasi dunia itu sudah sangat membludak. Bayangkan tujuh milyar manusia. Itu yang hidup. Yang masih eksis yang masih hidup hingga detik ini. Belum lagi yang masih akan lahir. Ngga usah jauh jauh dunia. Di Indonesia aja. Tiap lima menit ada satu bayi yang lahir. Di indonesia populasinya tiga ratus juta orang. Hampir sepertiga milyar manusia. Apalagi dengan perkembangan perilaku manusia sekarang, perempuan mudah sekali hamil. Belum apa apa udah hamil aja. Jadinya bumi indonesia ini akan sangat padat sekali. Belum lagi masalah masalah sekunder seperti management tata kelola sampah manusia. Aku menyebutnya dengan bahasaku sebagai shit management. Yang aku takutkan hanyalah lambat laun indonesia akan jadi seperti india bangladesh dan srilanka dimana management limbah organik manusia tidak diolah dengan baik sehingga menimbulkan problem sanitasi berkepanjangan. Bayangin saja aku udah pengen muntah. Bayangkan saja bila kamu harus tidur diantara lautan tahi manusia. Atau air urin berbau tentunya kurang sedap. Selera makann kamu bakal sangat menurun drastis. Penyakit penyakit akan mudah singgah dan akan memunculkan masalah sosial baru. Penyaluh. Penyakit wabah dan segala macam nya saat ini tengah jadi momok umat manusia di dunia. Bagaimana tidak sih, di afrika saja baru baru ini delapan belas orang mati karena penyakit misterius yang belum terdefinisi penyebab dan jenisnya apa. Kita kembali lagi ke topik semula. Manusia indonesia dengan mudah dan enak saja pake buru buru kawin. Buru buru nikah. Dipikirnya dunia ini cuma punya dia? Bukan begitu caranya. Kamu semua boleh menikah selama telah memikirkan masa depan. Ingat masa depan bukan hanya sekedar finansial dan pendidikan. Itulah bodohnya orang orang kita yang identifikasi-nya terhadap masa depan hanya seputar orientasi kekuatan finansial dan daya hidup ideal. Ideal artinya layak dan bisa beli apa saja. Bukan itu maksudnya. Bukan itu orientasinya. Ketahanan hidup itu meliputi aspek ketersediaan sumber daya penunjang hidup oleh lingkungan sekitar-nya. Ingat. Kamu kamu semua beserta saya ini tinggal di satu planet yang semua isinya bisa menjadikan manfaat sekaligus marabahaya untuk eksistensi manusia itu sendiri. Ada manfaat ada juga kerugiannya. Makanya harusnya dipikir dulu jauh jauh sebelum berduyun duyun ingin menikah. Masalahnya masyarakat awam dan bodoh kita terlalu terdogma norma agama. Mereka terlalu memandang agama sebagai harga mati yang bila tidak diikuti akan memberikan rasa ketakutan dan gelisah bahwa akan ada sanksi kelak di alam akhirat. Nilai nilai seperti ini yang ditanamkan dalam pola pikir masyarakat kita. Pantas saja org org kita sejak dulu ngga ada yang maju sama sekali. Mereka terhalang norma agama sebagai sesuatu yang memberikan sekat dan rasa takut. Harusnya agama disyiar-kan sebagai hal yang menggembirakan. Hal yang membawa rahmat. Keadilan. Dan rasa tenang. Bagaimana yang terjadi dengan masyarakat kita. Masyarakat kita justru tidak pernah tenang dengan agama. Mereka selalu terpikir takut akan ini takut akan itu bila melakukan ini bila melakukan itu. Gimana coba. Mau maju dari arah mana! Agama . . . Di indonesia ada bermacam macam. Baik yang diakui pemerintah maupun yang tidak diakui. Pluralisme begitu mereka menyebutnya. Negeri yang besar ini terdiri dari berbagai macam agama dan kebudayaan tapi pola pikirnya tetap satu ; statis jalan di tempat. Buktinya apa. Buktinya ya ini. Dikit dikit buru buru nikah. Dikit dikit buru buru kawin. Malah ada istilah kekasih halal. Artinya secara norma agama halal untuk diajak bercinta. Koitus . Kelamin ke kelamin. Hubungan seksual, bahasa umum-nya. Menikah mereka pikir hanya urusan libido. Salah besar. Salah sangat besar. Pantas saja banyak orang di indonesia ini tak bahagia termasuk aku mungkin karena memang dari awal pada dasarnya orientasinya udah mengalami penyesatan begini ini. Dan aku sebagai insan merdeka tak pernah habis pikir merenungkan hal hal seperti ini, terlebih lagi sudah mengalami apa itu yang namanya menikah. Sudah tau sendiri bagaimana rumitnya. Tapi ingin melawan arus ingin aku melawan pemikiran pemikiran seperti ini tapi aku ngga punya daya. Aku tak punya apapun yang bisa menguatkan rujukan ku sebagai insan merdeka yang berpikir dan berkembang sebagai bagian dari komponen biotik . Aku juga punya peranan menyelamatkan dunia minimal dengan ideologi yang begini ini, ya. . . . Yang melawan arus. Begitulah sepak terjang. Suka atau tidak sk pada dasarnya kenyataannya ya begini inilah.

Posted by
Dedi Andrianto Kurniawan

More

Besok Hari Lebay

Besok, hari kartini. Biasanya pikiran usil ku ada aja yang pengen ditulis. Nulis apapun yang dipikirkan secara bebas dan merdeka di blog konyol ini. Ngga apa apa lah. Biar kata cuma nulis asal yang penting aku berhasil menikmati kemerdekaanku. Kemerdekaan mengungkapkan isi kepala. Apapun yang dipikirkan dituangkan kesini. Tanpa ada tendensi ingin dibaca atau ingin dikomentari apalagi di like sana sini. Bukankah merdeka itu konstelasi? Merdeka itu apa kata kita. Merdeka itu seperti dimensi yang ngga punya koridor. Dia itu dinamis. Bebas lepas. Kartini. . . Hem . :) kartini ya. Embel embel orang bodoh . Katanya kartini itu simbol menghapus diskriminasi gender. Justru dengan adanya istilah kartini inilah diskriminasi muncul. Seolah secara semiotika orang orang indonesia di-dogma supaya mengkotakkan oh ini perempuan. Oh ini lelaki. Oh ini lemah. Oh ini kuat. Justru dengan adanya jargon kartini kartini masa kini itulah bangsa indonesia yang pada dasarnya bodoh ini terpancing untuk kembali diskriminatif lewat pemikiran tersesat. Serba salah memang kalo kita kembali ke zaman kolonial namanya kemunduran. Kalo kita menciptakan paradigma baru malah salah tafsir. Salah interpretasi. Sungguh menjijikkan kalo dipikir. Eh kenapa ya aku lebih sk memilih diksi jijik. Padahal konotasi-nya kan ngga bagus. Tapi ya itulah yang memang sedang aku pikirkan. Apapun yang aku pikirkan segeralah aku tuliskan. Begitu. Ngga peduli diksi pemilihan katanya bagus atau buruk. Di sini ngga ada bagus atau buruk. Ngga ada yang bernilai. Ngga ada nilai bagus ngga ada juga nilai buruk. Yang memberikannya nilai bagus atau buruk cuma benak anda masing masing. Jangan terjebak dalam penilaian pemikiran. Kadang kita ngga benar benar faham apa yang kita pikirkan.


Posted by
Dedi Andrianto Kurniawan

More

Bangsaku Punya Wajah

Mencari nafkah di jalanan ibukota memang ngga mudah. Cobaan terberat salah satunya adalah kemacetan. Seperti profesi sopir mikrolet inilah yang makin lama semakin tergencet. Ditekan keadaan. Bayangin. Satu hari seorang sopir mikrolet harus bayar 140 ribu sebagai sewa mikrolet. Untuk beli bbm aja habis 300 ribu. Jadi untuk operasional sehari hari seorang sopir mikrolet habis duit 440 ribu. Kerja dari pagi jam 6 sampe malem banget. Jam 10. Kadang sampe pagi lagi. Itu pun seorang sopir mikrolet sehari hari nya dapet hasil bersih itu kurang lebih 70 ribu doank. Harga gas naik. Harga bensin solar naik. Harga kebutuhan pokok naik. Harga beras apalagi. Coba bayangin jam enam pagi sampe jam sepuluh malem banting tulang demi 70 ribuan. Apa sepadan. Masalah sosial seperti ini yang dihadapi bangsa indonesia dewasa ini. Bayangkan. Tiga ratus lima puluh juta rakyat indonesia diantaranya termasuk novi, linda, asiyah, mei, indah dan segala macam orang yang diklaim sebagai rakyat indonesia, hajat hidupnya harus dipenuhi. Dipenuhi dengan cara cara yang manusiawi. Beda kepala beda lagi kepentingan. Seorang bayi yang baru lahir saja harus disiapkan ketahanan pangan-nya. Harus disiapkan layanan kesehatannya sampe dia tua dan mati kelak. Harus disediakan lapangan pekerjaan. Harus disiapkan pendidikan yang layak. Hal hal semacam ini apa ngga bikin pusing coba. Kita cuma bisa nyinyir. Tapi yang jadi pemangku kuasa pasti pusing banget. Dan parahnya lagi jujur saja aku benci presiden yang sekarang ini. Ngga usah sebut nama lah ya. Kan ngga etis ntar kena pasal penghinaan. Jujur saja dengan wibawa-nya yang luntur dan omong kosong-nya aku jadi benci sama presiden yang model begitu itu. Bukan benci figur-nya. Tapi benci pola pikirnya. Parahnya lagi masyarakat bangsa ku ini lebih mampu menilai figur yang mereka pikir mereka pahami tetapi ternyata tidak. Bangsa ini sedang berada di ambang keruntuhan. Atau dunia keseluruhan mau runtuh juga, siapa yang bisa menduga. Konsumen atau rakyat indonesia tengah menjerit sekarang ini. Harga harga. Mahal semua. Klaim-nya negara ini negara kaya. Kaya model apa aspal aja hancur semua. Benar benar jemu. Ngga ngga pengen ikutan nyinyir tapi kok ikutan emosional. Padahal menurut ideologi yang aku yakini, solusi-nya sangat mudah. Mudah sekali. Hanya butuh seorang pemimpin yang cukup berani. Permasalahan yang paling mendasar bangsa ini ya cuma jumlah penduduk. Jumlah penduduk menentukan permintaan dan penawaran komoditi. Barang barang bisa mahal karena langka. Barang barang bisa langka karena yang butuh banyak. Yang butuh banyak karena populasi banyak. Populasi banyak karena memang ngga pernah diatur mekanisme reproduksi rakyat di negeri ini. Bayangkan saja. Di cina aja orang bercinta itu bebas. Tapi kalo sampe hamil. . . Jangan harap hidupnya tenang. Ngga nyaman. Layanan kesehatan dibatasi untuk org hamil yang tanpa izin pemerintah. Sementara bayangkan saja di indonesia. Org bercinta seenaknya. Hamil juga begitu saja. Malah seolah olah berlomba lomba beranak pinak . Wanita indonesia evolusi-nya melenceng jauh dari konsep seleksi alam. Wanita indonesia semakin hari semakin mudah beranak. Bercinta dikit, positif. Bercinta dikit, positif. Parahnya lagi pemerintah tenang tenang saja dengan org hamil di indonesia ini. Padahal satu bayi yang lahir itu sama dengan beban hajat hidup negara. Negara ini sudah lelah mengurusi ratusan juta orang kok enak saja perempuan main hamil aja. Ideologi ku gampang saja. Program infertilisasi populasi yang tidak produktif bagi kepentingan negara. Yang sakit cacat atau kontra produktif, sel reproduksinya dimatikan saja sehingga dia ngga bisa beranak lagi. Bercinta sih masih bisa. Kan masih manusiawi. Kata agama sih itu menyalahi kodrat manusia. Aku ngga mikir agama. Karena justru dengan fanatisme agama-lah bangsa ini ngga pernah maju. Agama itu produk kebudayaan. Urusan sama Tuhan itu personal. Vertikal. Sementara kemaslahatan horizontal ini punya prioritas variabel. Kalo mau beriman, beriman asal jangan naif. Dan simpel. Hidup itu pilihan. Yang lamban ditinggalkan. Yang ngga pernah ada dan terlalu sibuk dengan dunianya sendiri, juga akan ditinggalkan.

Posted by
Dedi Andrianto Kurniawan

More

Mempecundangi Rahasia Einstein

Bisa ngga kamu memperlambat waktu? Jawaban saintifik dan teoretisnya, iya bisa! Hanya dengan cara bergerak lebih cepet dari bumi, atau meninggalkan bumi bersamaan ke tempat yang tarikan gravitasinya lebih besar. Meskipun seandainya kamu bisa ngelakuinnya, kamu bakal kecewa. Waktu ngga bisa mengubah kecepatan kamu, kamu hanya akan melihatnya bergerak melambat sebagai bandingannya atas kecepatan kamu. Dan juga perubahannya ngga terlalu banyak. Bagian teori relatifitasnya Einstein adalah konsep dilatasi waktu. Perbedaan selisih waktu yang dialami pengamat atau titik acuan adalah berbeda. Pergerakan relatif dilatasi waktu muncul ketika satu objek bergerak lebih cepet daripada yang lain. Lebih cepet kamu bergerak, waktu makin terasa lambat. Dilatasi waktu gravitasi lebih lagi, muncul ketika sebuah objek berada lebih dekat ke pusat gravitasi daripada objek lain. Misalnya aja nih ya, Global Potitioning System atau GPS yang selalu memastikan sistem waktunya di bumi dan di satelit selalu dicocokkan ulang. Kalo kita nyalain GPS itu kan pantauan satelit selalu mensinkronkan ya? Termasuk mencocokkan waktunya. Teknisnya jam di GPS kita sama jam di satelit itu harus sama tiap kita aktifin . Tapi jam di satelit bergerak lebih cepat. Karena apa? Karena satelit lebih jauh dari pusat gravitasi bumi, makanya waktu di angkasa sana bergerak lebih cepet. Seandainya lah kamu berhasil mematahkan hukum fisika dan mendarat di matahari misalnya dimana gravitasi-nya 28 kali lebih besar dari bumi (9,8 m/s^2) waktu disana akan melambat setengah kali. Yang lebih penting, metode apapun yg kamu pake, perlakuan kamu atas waktu tidak akan berubah. Kecuali kamu bisa menyaksikan diri kamu sendiri secara simultan dari angkasa dan bumi sekaligus, itu . . . Lintas dimensi namanya.
Ternyata sekali lagi Einstein bener! Bumi dikelilingi garis vorteks ruang-waktu. Ruang dan waktu, berdasarkan relatifitas, dijalin bersamaan sehingga membentuk vorteks empat dimensi yang namanya vorteks ruang dan waktu. Selama ini, massa bumi melengkungkan vorteks ini. Seperti seorang yang gemuk banget duduk di atas trampolin. Kata si Einstein sih, gravitasi itu gaya dari objek yang mengikuti garis lengkung vorteks tadi. Seandainya bumi diam, buyar dah. Ketemu Tuhan semua. Tapi bumi ngga diam, tapi muter terus. Dan putarannya ini membelah lengkungan tadi, sedikit menarik vorteks tadi ke putaran empat dimensi. Ini udah dibuktikan oleh pesawat luar angkasa Gravity Probe B yang risetnya mulai tahun 2004. Prinsip risetnya sederhana (lebih sederhana dari administrasi rumah sakit mungkin). Taruh gyroskop (semacam teropong) pada orbit mengelilingi bumi, yang poros putarannya menunjuk ke titik bintang jauh sebagai point acuan. Lepaskan dari gaya eksternal, kinetik maupun mekanis-potensial, dan teropongnya harus selalu menunjuk ke arah bintang acuan, seterusnya. Tapi di angkasa, poros teleskop harusnya tetap melayang. Kalo arah acuannya ngga berubah, putaran ruang dan waktu bisa diukur. Simpel. Tapi praktiknya ini sulit banget. Empat teleskop di pesawat GP-B adalah yang paling canggih yang pernah dibuat manusia. Ukuran lensanya segede pingpong dari bahan kuarsa dan silikon yang dilebur dan lebarnya 1.5 inchi yang terdiri dari 40 lapisan atom. Seandainya lensa teleskopnya ngga bulat sempurna, poros putaran teleskopnya bakal goyang meski tanpa pengaruh gravitasi. Presisi Geodesinya nya 6.600 plus atau minus 0.017 arcsecond dan efek seret framenya 0.039 plus atau minus 0.007 arcsecond. Apa itu presisi geodesi? Jumlah getaran atau goyangan yang disebabkan massa statik bumi (cekungan atau lengkung di ruang dan waktu). Dan efek seret frame adalah jumlah goyang yang disebabkan putaran bumi dalam vorteks ruang waktu. Nilai keduanya sesuai prediksi einstein. Dari sini kita bisa memperkirakan kenapa Tuhan bisa tau semua hal. Dari sini juga kita bisa memperkirakan kenapa Tuhan ada dimana mana tapi ngga kemana mana. Dari sini kita bisa sepakat materialismenya Marx. Bukan hasil ngarang, hasil dari baca bukunya Dr. Tony Philips, ilmuwan NASA. Proyek Gravity Probe B sudah dimulai musim gugur 1963 dikerjakan 86 orang PhD dari Standford dan 14 lagi dari Universitas dan lembaga riset lain.
Sumber : Dr. Anthony Philips, NASA
sorry bahasane jawa timuran sithik

Posted by
Dedi Andrianto Kurniawan

More
Diberdayakan oleh Blogger.

Copyright © 2012 Isi KepalaTemplate by :Urangkurai.Powered by Blogger.Please upgrade to a Modern Browser.