Wis tonggos beca bece ae taek koyo seng penting pentingo ae. Menungso urip kok kakean gaya cuk! Guayane koyo dapurmu seng yak yak'o ae kuepet. Urip kakean cangkem polah kakean gaya ngunu arep maju ngimpi we su!! Nek ayu kuwi rapopo wong trah modelmu ae koyo telek kakean guaya cuk jancuk. Baliyo kono nang alas nggonmu urip. Urip nang jowo mung nambahi taek utekmu entut!! Tak pikir pinter pintere koyo ngopo ndadak TOEFL tak panut tiwas percoyo elmune jebule guoblog meleset kabeh telek untunge ra manut kowe. Manuto lak melu goblog koyo kowe aq su asu! Urip kakean gaya, wong ndompleng ragad ae lho.. Lonte te... Ngakune diprawani wong dho ngerti klakuanmu ae lho... Kepet pet
Matiyo ae kowe su! Ndak mbebani APBN !!
Tonggos
Coretan Sabtu Malam
Hari ini adalah hari minggu dan seperti biasanya aku melewatkan malam ini dengan begadang bersama teman teman tanpa terpikir sedikitpun perasaan khawatir tentang apa yang akan terjadi hari esok. Sementara tanganku tengah sibuk memainkan game yang ada di laptop kesayangan di sisi lain otakku terpecah dengan kegelisahan tentang teguran teguran dan pertanda pertanda yang muncul meragukan intuisi yang tajam. Sebagaimana firasat membisikkan suara suara aku masih terjerat dengan keadaan malam yang jauh dari bising tetap hening seperti dunia tengah tertidur separuh aku masih memainkan peranan dalam sandiwara besar ini. Sebuah dunia dimana aku berdiri berlari dan berpikir seperti apa adanya. Tiga atau empat kali langkah yang ada akan selalu menghantarkanku pada rumah tempat aku pulang tempat dimana awal aku melangkahkan kaki dengan arah yang belum menentu. Malam in, tidak seperti malam malam yang lainnya aku melewatkannya dengan bayangan bayangan masa lalu, satu demi satu nampak tergambar jelas dalam bayangan tentang bagaimana aku melukiskan wajah wajah penuh dendam dan amarah. Ah sepertinya di kejauhan tengah terbersit horison horison kecil yang jadi acuan agar aku tak tersesat. Tetapi, nampak makin jauh makin kecil dan makin samar. Inilah tempat aku menuliskan keluh kesah menyandarkan batin yang lelah menunggu dengan jutaan bisikan dan suara suara hening. Aku tak berhenti menorehkan luka demi luka sedangkan aku sendiri tengah lelah menahan pedihnya ditinggalkan dunia. Akankah aku mengejar dunia sementara dunia bukanlah arah yang seharusnya aku tuju. Ataukah salah aku merasakan diriku berada di tengah tengah kehilangan seperti yang orang lain tak pernah membayangkannya sebelumnya. Dunia ini sebuah tempat yang penuh dengan orang orang sepertiku dan lambat laun dunia pun turut mengakuinya sebagai warisan dan wasiat yang kelak dunia akan tinggalkan untuk generasi generasi semacamku yang akan selalu menorehkan hal hal yang sama agar tertinggal pada prasasti prasasti yang akan selalu dikenang oleh orang orang, sementara aku masih terus berceloteh dalam tanah tanah peuburan yang dingin gelap sunyi sepi dn mengerikan. Seperti ruangan kosong yang tak berpenghuni yang tak terdapat satu pun tanda tanda kehidupan di dalamnya dunia yang selalu merindukan terang dari pijar pijar bukan hasil tangan tangan setan yang ta bernyawa menyiratkan bahwa Tuhan telah lama murka. Aku tak ingin... sama sekali tak ingin melihatnya sementara kemurkaan tergantung di wajahnya. Bukankah masih akan selalu ada pilihan setelah ini? Ataukah aku menunggu hal pada tempat yang salah. Hatiku tak berhenti menanyakan seperti hal nya yang ditanyakan oleh orang orang sebelum aku. Tak perlu dicerna tak perlu dipikirkan itulah sebuah pertanyaan yang tak pernah habis dan akan selalu muncul pertanyaan pertanyaan berikutnya. Ah sungguh lelah menunggu dunia, dunia yang tak pernah datang dengan sebenar benarnya keadaan aku masih terus terpikir bahwa inilah tempat lagi dimana aku mengingatnya kembali dan mengenang dari cara memandang dan berbicara, sebuah tempat dimana aku benar benar merasakan kekosongan yang sebelumnya tak pernah aku rasakan seperti ini pedihnya. Menduga dan bergumam, ah sampai dimana harusnya aku mencerna? Masihkah ada arah? Sementara harapan telah aku tebarkan ke seluruh penjuru, tinggal melangkah aku hanya menunggu ....
Senin
Hari ini hari senin lagi. Ah . Senin. Inget senin rasanya kaku bosen. Tapi nih ya aku sedikit punya perasaan berbeda tiap tau bahwa anak anak sudah menjelang liburan pasca selesai nya ujian nasional kemarin. Rasanya aku juga ikutan libur :) hehehe. Atau jangan jangan jiwaku masih jiwa jiwa anak sekolahan juga ya. Wkwkwk. Ngga ada yang tau. Aktivitas rutinitas di studio dilewatkan dengan hal hal membosankan. Bikin video, dengerin lagu, nonton film. Ya begitulah rutinitas kesepian sehari hari. Duit dan rejeki datang lewat sepi. Duit dan rejeki, eh salah, rejeki dan rutinitas. Rutinitas seharian sepertinya kaku. Eh tapi sudah beberapa lama ini kurang aktif di aktivitas blog lagi. Sekarang mulai gencar lagi posting di blog yaa mudah mudahan masih banyak lagi ide yang bakal gencar mengalir. Mudah mudahan rejeki dalam kesendirian masih mengalir lancar seperti hari hari belakangan ini. Mudah mudahan Allah kasih berkah. Berkah anak soleh? Ah bukan. Aku bukan anak soleh. Yang namanya berkah ya berkah aja. Dari tuhan, kita mah cuma ngarep aja. Hehehe. Yang penting sebanyak apapun berkah yg diterima ngga bikin kita jadi lupa daratan masih tau diri dan inget sesama. Iya kan ta ?
Ultah Ibu
Trombektomi
Deep Vena Trombosis (DVT) adalah Suatu kondisi dimana terbentuk bekuan darah dalam vena sekunder akibat inflamasi / trauma dinding vena atau karena obstruksi vena sebagian, yang mengakibatkan penyumbatan parsial atau total sehingga aliran darah terganggu (Doenges, 2000).
ETIOLOGI
Pada dasarnya penyebab utama DVT belum jelas, namun ada 3 faktor yang dianggap penting dalam pembentukan bekuan darah, hal ini dihubungkan dengan :
statis aliran darah
abnormalitas dinding pembuluh darah
gangguan mekanisme pembekuan
Statis vena terjadi bila aliran darah melambat, seperti pada gagal jantung dan syock ; ketika vena berdilatasi, sebagai akibat terapi obat, dan bila kontraksi otot skeletal berkurang, seperti pada istirahat lama, paralysis ekstremitas atau anestesia. Tirah baring terbukti memperlambat aliran darah tungkai sebesar 50%. Kerusakan lapisan intima pembuluh darah menciptakan tempat pembentukan bekuan darah. Trauma langsung pada pembuluh darah, seperti pada fraktur atau dislokasi, penyakit vena dan iritasi bahan kimia terhadap vena, baik akibat obat atau larutan intra vena, semuanya dapat merusak vena. Kenaikan koagubilitas terjadi paling sering pada pasien dengan penghentian obat ani koagulan secara mendadak. Kontrasepsi oral dan sejumlah besar diskrasia dapat menyebabkan hiperkoagulabilitas.
PATOFISIOLOGI
DVT adalah peradangan pada dinding vena dan biasanya disertai pembentukan bekuan darah. Ketika pertama kali terjadi bekuan pada vena akibat statis atau hiperkoagulabilitas, tanpa disertai peradangan maka proses ini dinamakan flebotrombosis. Trombosis vena dapat terjadi pada semua vena, namun yang paling sering terjadi adalah pada vena ekstremitas . Gangguan ini dapat menyerang baik vena superficial maupun vena dalam ungkai. Pada vena superficial, vena safena adalah yang paling sering terkena. Pada vena dalam tungkai, yang paling sering terkena adalah vena iliofemoral, popliteal dan betis.
Trombus vena tersusun atas agregat trombosit yang menempel pada dinding vena , disepanjang bangunan tambahan seperti ekor yang mengandung fibrin, sel darah putih dan sel darah merah. “Ekor “ dapat tumbuh membesar atau memanjang sesuai arah aliran darah akibat terbentuknya lapisan bekuan darah. Trombosis vena yang terus tumbuh ini sangat berbahaya karena sebagian bekuan dapat terlepas dan mengakibatkan oklusi emboli pada pembuluh darah paru. Fragmentasi thrombus dapat terjadi secara spontan karena bekuan secara alamiah bisa larut, atau dapat terjadi sehubungan dengan peningkatan tekanan vena, seperti saat berdiri tiba-tiba atau melakukan aktifitas otot setelah lama istirahat.
MANIFESTASI KLINIS
Vena dalam : obstruksi vena dalam tungkai menyebakan oedema dan pembengkakan ekstremitas karena aliran darah tersumbat. Tungkai yang terkena biasanya terasa lebih hangat dan vena superfisialnya lebih menojol. Nyeri tekan biasanya terjadi kemudian adalah sebagai akibat dari inflamasi dinding vena dan dapat dideteksi dengan palpasi lembut pada tungkai. Tanda homan (nyeri pada betis ketika kaki didorsoflesikan secara mendadak) tidak spesifik untuk trombosis vena dalam karena bisa ditimbulkan oleh berbagai kondisi nyeri pada betis. Pada beberapa kasus emboli paru merupakan tanda pertama trombosis vena dalam.
Vena superficial : trombosis vena superficial mengakibatkan nyeri atau nyeri tekan, kemerahan dan hangat pada daerah yang terkena. Resiko terjadinya fragmentasi thrombus menjadi emboli pada vena superficial sangat jarang karena thrombus dapat larut secara spontan. Jadi kondisi ini dapat ditangani di rumah dengan tirah baring, peninggian tungkai, analgesik dan obat anti radang.
EVALUASI DIAGNOSTIK
Teknik non infasif :
Ultrasonografi Doppler :Dilakukan dengan cara meletakkan probe Doppler diatas vena yang tersumbat.
Pletismografi Impedansi :Digunakan untuk mengukur perbedaan volume darah dalam vena. Manset tekanan darah dipasang pada paha pasien dan dikembungkan secukupnya (sekitar 50 – 60 mmHg) sampai aliran arteri berhenti. Kemudian gunakan eletroda betis untuk mengukur tahanan elektris yang terjadi akibat perubahan volume darah dalam vena. Apabila terdapat trombosis vena dalam, peningkatan volume vena yang normalnya terjadi akibat terperangkapnya darah dibawah ikatan manset akan lebih rendah dari yang diharapkan. Hasil false-positif dapat terjadi akibat dari berbagai factor yang menyebabkan vasokontriksi, peninggian tekanan vena, penurunan curah jantung atau kompresi eksternal pada vena. False-negatif dapat terjadi akibat adanya trombosis lama, menimbulkan sirkulasi kolateral yang adekuat atau dari flebitis superficial.
Pencitraan vena ganda :Digunakan untuk mendapatkan informasi anatomis selain untuk mengkaji parameter fisiologis.
Teknik Infasif :Teknik infasif berdasar pada injeksi media kontras ke system vena yang kemudian berikatan dengan elemen structural thrombus.
PENATALAKSANAAN
Tujuan penanganan medis DVT adalah mencegah perkembangan dan pecahnya thrombus beserta risikonya yaitu embolisme paru dan mencegah tromboemboli kambuhan. Terapi antikoagulasi dapat mencapai kedua tujuan tersebut. Heparin yang diberikan selama 10-12 hari dengan infus intermitten intravena atau infus berkelanjutan dapat mencegah berkembangnya bekuan darah dan tumbuhnya bekuan baru. Dosis pengobatan diatur dengan memantau waktu tromboplastin partial (PTT). Empat sampai 7 hari sebelum terapi heparin intravena berakhir, pasien mulai diberikan antikoagulan oral. Pasien mendapat antikoagulan oral selama 3 bulan atau lebih untuk pencegahan jangka panjang.
Tidak seperti heparin, pada 50% pasien, terapi trombolitik, menyebabkan bekuan mengalami dekompensasi da larut. Terapi trombolitik diberikan dalam 3 hari pertama setelah oklusi akut, dengan pemberian streptokinase, mokinase atau activator plasminogen jenis jaringan. Kelebihan terapi litik adalah tetap utuhnya katup vena dan mengurangi insidens sindrompasca flebotik dan insufisiensi vena kronis. Namun, terapi trombolitik mengakibatkan insidens perdarahan sekitar tiga kali lipat disbanding heparin. PTT, waktu protrombin, hemoglobin, hematokrit, hitung trombosit dan tingkat fibrinogen pasien harus sering dipantau. Diperlukan observasi yang ketat untuk mendeteksi adanya perdarahan. Apabila terjadi perdarahan, dan tidak dapat dihentikan, maka bahan trombolitik harus dihentikan.
Penataksanaan Bedah. Pembedahan trombosis vena dalam (DVT) diperlukan bila : ada kontraindikasi terapi antikoagulan atau trombolitik, ada bahaya emboli paru yang jelas dan aliran darah vena sangat terganggu yang dapat mengakibatkan kerusakan permanen pada ekstremitas. Trombektomi (pengangkatan trombosis) merupakan penanganan pilihan bila diperlukan pembedahan. Filter vena kava harus dipasang pada saat dilakukan trombektomi, untuk menangkap emboli besar dan mencegah emboli paru.
Penatalaksanaan Keperawatan. Tirah baring, peninggian ekstremitas yang terkena, stoking elastik dan analgesik untuk mengurangi nyeri adalah tambahan terapi DVT. Biasanya diperlukan tirah baring 5 – 7 hari setelah terjadi DVT. Waktu ini kurang lebih sama dengan waktu yang diperlukan thrombus untuk melekat pada dinding vena, sehingga menghindari terjadinya emboli. Ketika pasien mulai berjalan, harus dipakai stoking elastik. Berjalan-jalan akan lebih baik daripada berdiri atau duduk lama-lama. Latihan ditempat tidur, seperti dorsofleksi kaki melawan papan kaki, juga dianjurkan. Kompres hangat dan lembab pada ekstremitas yang terkena dapat mengurangi ketidaknyamanan sehubungan dengan DVT. Analgesik ringan untuk mengontrol nyeri, sesuai resep akan menambah rasa nyaman.
PROSES KEPERAWATAN
PENGKAJIAN
Aktifitas / Istirahat
Gejala : Tindakan yang memerlukan duduk atau berdiri lama
Imobilitas lama (contoh ; trauma orotpedik, tirah baring yang lama, paralysis, kondisi kecacatan)
Nyeri karena aktifitas / berdiri lama
Lemah / kelemahan pada kaki yang sakit
Tanda : Kelemahan umum atau ekstremitas
Sirkulasi
Gejala : Riwayat trombosis vena sebelumnya, adanya varises
Adanya factor pencetus lain , contoh : hipertensi (karena kehamilan), DM, penyakit katup jantung
Tanda : Tachicardi, penurunan nadi perifer pada ekstremitas yang sakit
Varises dan atau pengerasan, gelembung / ikatan vena (thrombus)
Warna kulit / suhu pada ekstremitas yang sakit ; pucat, dingin, oedema, kemerahan, hangat sepanjang vena
Tanda human positif
Makanan / Cairan
Tanda : Turgor kulit buruk, membran mukosa kering (dehidrasi, pencetus untuk hiperkoagulasi)
Kegemukan (pencetus untuk statis dan tahanan vena pelvis)
Oedema pada kaki yang sakit (tergantung lokasi)
Nyeri / Kenyamanan
Gejala : Berdenut, nyeri tekan, makin nyeri bila berdiri atau bergerak
Tanda: Melindungi ekstremitas kaki yang sakiy
Keamanan
Gejala : Riwayat cedera langsung / tidak langsung pada ekstremitas atau vena (contoh : fraktur, bedah ortopedik, kelahiran dengan tekanan kepala bayi lama pada vena pelvic, terapi intra vena)
Adanya keganasan (khususnya pancreas, paru, system GI)
Tanda: Demam, menggigil
Penyuluhan / Pembelajaran
Gejala : Penggunaan kontrasepsi / estrogen oral, adanya terapi antikoagulan (pencetus hiperkoagulasi)
Kambuh atau kurang teratasinya episode tromboflebitik sebelumnya
DIAGNOSA KEPERAWATAN
Gangguan perfusi jaringan perifer b.d penurunan aliran darah / statis vena (obstruksi vena sebagian / penuh ), ditandai dengan : oedema jaringan, penurunan nadi perifer, pengisian kapiler, pucat, eritema
Hasil yang diharapkan :
- Menunjukkan perbaikan perfusi yang dibuktikan oleh adanya nadi perifer / sama, warna kulit dan suhu normal, tidak ada odema.
- Peningkatan perilaku / tindakan yang meningkatkan perfusi jaringa
- Menunjukkan peningkatan toleransi terhadap aktifitas
Intervensi Keperawatan :
- Observasi ekstremitas, warna kulit, dan perubahan suhu juga oedema
- Kaji ekstremitas, palpasi tegangan jaringan local, regangan kulit
- Kaji tanda human
- Tingkatkan tirah baring selama fase akut
- Tinggikan kaki bila ditempat tidur atau duduk, secara periodic tinggikan kaki dan telapak kaki diatas tinggi jantung
- Lakukan latihan aktif dan pasif sementara di tempat tidur. Bantu melakukan ambulasi secara bertahap.
- Peringatkan pasien untuk menghindari menyilang kaki atau hiperfleksi lutut (posisi duduk dengan kaki menggantung atau berbaring dengan posisi menyilang)
- Anjurkan pasien untuk menghindari pijatan / urut pada ekstremitas yang sakit
- Dorong latihan nafas dalam
- Tingkatkan pemasukan cairan sampai sedikitnya 2000 ml/hari dalam toleransi jantung
- Kolaborasi : pemberian kompres hangat/basah atau panas pada ekstremitas yang sakit ; dan antikoagulan
- Pantau pemeriksaan laboratorium : masa protrombin (PT), masa tromboplastin partial (PTT), masa tromboplastin teraktifasi partial (APTT),; darah lengkap
- Berikan dukungan kaus kaki elastik setelah fase akut, hati-hati untuk menghindari efek tornikuet
- Siapkan intervensi bedah bila diindikasikan
Nyeri b.d penurunan sirkulasi arteri dan oksigenasi jaringan dengan produksi / akumulasi asam laktat pada jaringan atau inflamasi, ditandai dengan ; pasien mengatakan nyeri, hati-hati pada kaki yang sakit, gelisah dan perilaku distraksi.
Hasil yang diharapkan :
Nyeri hilang / terkontrol, menunjukkan tindakan rileks, mampu tidur / istirahat dan meningkatkan aktifitas
Intervensi Keperawatan :
- Kaji derajat nyeri, palpasi kaki dengan hati-hati
- Pertahankan tirah baring selama fase akut
- Tinggikan ektremitas yang sakit
- Berikan ayunan kaki
- Dorong pasien untuk sering mengubah posisi
- Pantau tanda vital : catat peningkatan suhu
- Kolaborasi : analgesik, antipiretik, pemberian kompres panas pada ekstremitas
Kurang pengetahuan tentang kondisi, program pengobatan b.d kurang terpajan, kesalan interpretasi, tidak mengenal sumber informasi, kurang mengingat , ditandai dengan : minta informasi, pernyataan kesalahan konsep, tidak tepat dalam mengikuti instruksi, terjadinya komplikasi yang dapat dicegah.
Hasil yang diharapkan :
- Menyatakan pemahaman proses penyakit, programpengobatan dan pembaasan
- Berpartisipasi dalam proses belajar
- Mengidentifikasi tanda dan gejala yang memerlukan evaluasi medis
- Melakukan prosedur dengan benar dan menjelaskan alsan tindakan
Intervensi Keperawatan :
- Kaji ulang patofisiologi kondisi dan tanda/gejala, kemungkinan komplikasi
- Jelaskan tujuan pembatasan aktifitas dan kebutuhan keseimbangan aktifitas / tidur
- Adakan latihan yang tepat
- Selesaikan masalah factor pencetus yang mungkin ada, contoh : tindakan yang memerlukan berdiri /duduk lama, kegemukan, kontrasepsi oral, imobilisasi, dll
- Identifikasi pencegahan keamanan, contoh : penggunaan sikat gigi, pencukur jenggot, dll
- Kaji ulang kemungkinan interaksi obat dan tekankan perlunya membaca label kandungan obat yang mungkin obat tersebut dijual bebas
- Identifikasi efek obat antikoagulan
- Tekankan pentingnya pemeriksaan lab.
- Dorong menggunakan kartu / gelang identifikasi
- Anjurkan perawatan kulit ekstremitas bawah
- Laporkan adanya lesi
DAFTAR PUSTAKA
Brunner & Suddarth (1997), Buku Ajar Keperawatan Medikal Bedah, Edisi 8, Vol 2, EGC, Jakarta
Marilyn E. Doenges, (1993), Rencana Asuhan Keperawatan, EGC, Jakarta
Sarwono, dr, ( 1997), Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam, Edisi 3, Jilid I, FKUI, Jakarta.
Ironi Punya Istri
Wah dingin. Beberapa hari ini kota ini isinya hujan air dan basah semua. Hujan mulu isinya. Sampe lupa mau nulis. Blog jadi terbengkalai. Beberapa hari belakangan ini kota kecil ini diguyur hujan dengan elegan. Artinya basah semua seperti lagu pohon dan kebun basah semua. Mudah mudahan hujan yang turun ini hujan berkah bukan bencana. Ya kalo emang bencana ya disegerakan lah maksudnya penderitaannya disegerakan supaya cepet berlalu hehehe. Kan emang iya. Semalam pulang dari rustam jam satu pagi, pagi ini baru bangun dari peraduan jam setengah delapan pagi. Wah akhir akhir ini memang cenderung pemalas aku. Kok bisa . Ya bisa karena aktivitas hari hari isinya cuma begadang begadang dan begadang lagi. Begadang jangan begadang kalo tiada kopi-nya begitu kata lagu dangdut. Ya daripada di rumah menghadap kesana kemari ya isinya dinding mending kumpul sama teman teman begadang main kartu ngobrol sambil cerita cerita. Yang penting kan ngga narkoba. Ngga mabuk mabukan. Ngga judi. Ngga main perempuan. Dimainin perempuan aja. Aaiih . Labil. Wkwkwk. Ngga sih. Kalo agenda begadang yang positif ya harusnya begitulah. Untungnya pergaulan aku baik baik saja. Maksudnya ngga ada teman yang punya kecenderungan mengajak ke arah yang merusak. Paling paling nonton bokep di handphone. Dan itu pun bosen banget. Bokep ya begitu begitu aja. Nonton nonton mulu, mending praktik nya. Rustam angga budi firman, semuanya udah berkeluarga, rasanya nonton nonton begituan udah ngga menarik. Wong punya istri masing masing. Aku meskipun single begini setidaknya yaa sudah tau lah rasanya. Ya gitu gitu aja. Ngga menarik. Begadang lebih diisi dengan aktivitas menghibur. Ya iya lah wong dari pagi kerja sampe sore. Malam nya berhak lagi mengisi kejenuhan dengan sesuatu yang dinamis. Masa mau kerja terus. Stress lama lama. Sekali sekali boleh lah refreshing. Meski cuma nongkrong main kartu nyanyi nyanyi sambil diiringi hujan dan petir menggelegar. Hahaha. Yaa kapan lagi mumpung masih sempat. Kan mumpung masih single. Besok kelak kalo sudah berkeluarga mana bisa beginian lagi. Boro boro. Mau keluar aja dipantau. Harus dapat izin istri. Ngga diizinin ya jangan coba coba kalo ngga pengen jatah ranjang distop dua bulan. Ngga ada toleransi. Pernikahan itu seperti lapas. Lembaga pemasyarakatan. Memasyarakatkan dan termasyarakatkan. Sama kya punya istri. Istri seperti sipir . Kita mau ngapain kemana mana digeledah. Diawasi. Istri itu ngga kemana mana tapi punya mata dimana mana . Punya telinga dimana mana. Jangan bayangkan kalo perempuan ngalah. Idiiih kalo istri marah udah deh kita kaum lelaki cari aman, kalo ngga pengen menderita sepanjang sisa hidup. Bener deh. Pernikahan itu katanya jembatan kebahagiaan . Itu cuma kata pastur. Cuma kata kyai. Cuma ada di novel dan sinetron. Pernikahan itu, akhir hidup. Titik. Jadi kamu kamu ini kaum lelaki yang masih single yang Akan menikah, selagi kamu masih bener bener belum menikah, udah deh nikmati baik baik masa lajang kamu. Bener deh. Aku udah pengalaman. Ntar kelak besok kalo kamu udah menikah bener, udah deh, katakan selamat tinggal dengan dunia pergaulan kamu. Ucapkan selamat datang di era kegelapan sepanjang sisa hidup kamu. Hahaha. Apalagi yang mau punya anak. Waduh. Itu . . . Cobaan berat. Hahaha. Khususnya buat para kaum lelaki yang jantan dan berwibawa, kaya aku gini nih hehehe, kalo inget masa lajang masih muda itu rasanya pengen nangis. Huuu huuu huuu. Masih muda mau ngapain aja mau kemana aja mau sampe jam berapa aja, bisa! Apalagi nih anak kost. Yang namanya anak kost. Waduh udah deh. Ngga ada matinya. Kost ku. Makin malem makin rame. Makin terang makin pagi makin sepi tanda tanda kehidupan. Seperti kost mati. Tapi kalo malem, apalagi notabene penghuninya lajang dan lajang semuanya, waduh, yang namanya sound sistem, udah kya klub. Party mulu man! Hahaha. Tapi. Itu dulu. Itu dulu banget. Zaman hidup kami belum terjamah makhluk yang namanya istri. Semenjak istri hadir, it ends ! Selesai. Hahaha. Udah deh jadi buat kamu kaum lelaki yang mau selamat, kalo sudah punya istri, cari aman. Cari aman aja. Kalo mau hidup kamu lebih lama lagi, cari aman . Ngeri deh pokoknya. Wkwkwk. Pengalaman pribadi. Untungnya aku sekarang bujangan lagi. Hehehe. Jadi free lagi. Bujangan tapi jangan bajingan. Kalo bisa sih. Kalo ngga bisa . . . Yaa diupayakan. Kalo masih ngga bisa . . . . Yaa tanyakan saja sama iwan fals :) wkwkwk
Fanatisme
Rasanya sudah agak lama ngga nulis di blog ini. Gatal tangan ini ingin menumpahkan isi kepala yang selama ini terpikir di benak dan hangus jadi sekedar pemikiran ngga berujung.Aku, dua hari ini semenjak lebih sering berkunjung ke tempat si rustam banyak disuguhi wacana wacana berat mengenai alam semesta dan theologi . Tidak jauh jauh dari konsep agama. Begitu banyak dalam hidup ku serba serbi mengenai agama yang orang orang meyakini nya dengan mati matian sebagai sesuatu yang melekat semenjak mereka dibawa ke dunia. Lalu setelah melihat cukup banyak dan menyimpulkan, aku kok jadi makin benci dengan hal hal religius yang ditampakkan. Semakin muak dengan kelakuan dan pemikiran orang orang. Bahkan dengan tidak malu malu mereka gemar berdebat memperdebatkan cara pandang seseorang dengan orang yang lain mengenai konsep ketuhanan. Padahal jadi tuhan aja nggak, tapi merasa sok paling tau. Maaf-mungkin terlalu frontal bahasa-nya, tapi ini lah sisi pemikiran terjujurku bahwa aku lama kelamaan semakin muak dengan agama. Semakin jengah semakin sakit melihat tingkah org org pongah merasa paling tau mengenai apa yang ditanam dalam hati. Apa gunanya. Debat berdebat dalam hal keyakinan meyakini adanya tuhan sang maha pencipta alam semesta-beserta isinya. Apa yang mereka coba buktikan. Apa yang mereka coba perdebatkan wong ya sama sama manusia. Kenapa ngga buka mata saja mempererat kesamaan ketimbang memperuncing perbedaan. Tidak adil rasanya kalo manusia saling menjatuhkan hanya demi sesuatu yang diyakininya dan tak sesuai dengan apa yang terdapat pada pemikiran seseorang. Mikir sampe ngantuk dan bener bener ngantuk, masih belum juga aku dapat jawaban kenapa orang orang lebih mencintai debat agama ketimbang aktivitas kolektif yang toleran yang fungsi sosialnya lebih tinggi daripada fungsi religius. Yang dicapai apa? Wong ya agama itu tidak diciptakan tuhan. Tuhan hanya menciptakan alam semesta, tuhan ngga nyuruh manusia untuk memeluk agama. Ada atau tidak ada agama tuhan sama sekali ngga bakal rugi. Jadi sekalipun seluruh umat manusia membangkang, tuhan sama sekali ngga bakal rugi. Lanjut. Tulisannya kepotong karena tertidur kemaren. Hari ini hari senin lanjut lagi tulisan begini. Fanatik agama. Aku kok kurang suka sama orang yang fanatik agama. Bagi seseorang yang fanatik terhadap agama tertentu, hal hal yang berkaitan dengan agamanya adalah benar sementara yang di luar agamanya itu salah. Orang fanatik agama cenderung rasis biasanya. Memandang orang lain yang ngga sama cara hidupnya sebagai orang yang salah dan patut dihukum. Fanatik seperti ini yang ngga tepat. Fanatisme identik dengan kebodohan. Dan kebodohan itu pangkal kehancuran katanya. Kita lihat saja fanatik dalam hal apapun. Agama, teknologi, sistem sosial, apapun itu. Ngga pernah punya banyak manfaat. Malah cenderung sibuk hujat menghujat hidupnya. Aku jijik lihat grup grup bertebaran yang judulnya debat agama ini versus agama ini. Kok merasa yang paling pintar soal agama. Mungkin pola pikirku ini mewakili satu diantara ribuan orang di dunia ini yang mungkin punya pikiran dan pandangan yang sama. Fanatik. Orang cenderung fanatik bila dia tumbuh dan tinggal di lingkungan yang minim toleransi. Makanya aku bersyukur jadi orang indonesia ini, meski orangnya banyak yang fanatik dan bodoh, tapi toleransi disini masih kental. Kebodohan itu memang diakui sebagai sisa dari perkembangan kebudayaan dan peradaban. Sebenernya terminologi bodoh dan kebodohan itu bukan sebagai sebuah aib atau kelemahan. Tapi sebagai proses, dari tidak tau menjadi tau, dari malu menjadi berani, dan ragu menjadi yakin. Bodoh itu temporer. Bagaimana dengan bodoh yang berlangsung dalam waktu yang lama? Kalo udah begitu sih kaitannya dengan watak. Watak ngga ingin maju. Watak terlalu berat dengan zona nyaman hidupnya. Terlalu berat keluar dari zona nyaman karena memang malas berbuat dan mengubah apapun. Fanatik. Aku melihat beberapa tahun ini memang banyak bermunculan bibit bibit fanatisme dengan sudut pandang yang kurang tepat. Aku katakan kurang tepat karena memang orientasi nya diletakkan pada pondasi yang arahnya melenceng dari tujuan awal. Misalnya agama didekati untuk dipelajari, diamalkan dan diajarkan. Tapi pada praktiknya dewasa ini agama malah jadi komoditi. Punya nilai ekonomis. Dijual di media massa dengan wajah wajah seolah minta dipuji. Padahal semua itu polesan. Tidak benar benar hadir dari panggilan hati. Yang seperti itu, parahnya lagi, dipercaya orang banyak sebagai pencerahan. Akhirnya orang orang tergelincir dalam sisi manusiawi si pensyiar tadi.
Masih SMP
Wanita wanita di studio hari ini kok cenderung narsis ya. Foto diri sendiri pake senyum senyum. Yaa cakep lah lumayan. Tapi narsis nya itu lho. Kalo se-level ikutan kelas modelling yaa boleh lah. Mungkin foto foto selfie itu dia bakal upload ke sosial media-nya. Atau sekedar jadi foto profil black berry messengernya . Ada satu cewe. Namanya melly. Mungkin kelas dua, atau tiga, smp di kota ini. Tubuhnya mungil tapi semampai. Kelas modelling cherrys agency dari jember. Kebetulan latihan materi casual kelas modelling di studio hari ini. Siang hingga sore ini. Pas waktunya time out, dengan setelan hot pants, baju casual tank top dan sepatu high heels nya dia jongkok diantara pot bunga dan tembok cat biru dengan menjulurkan pose tangan jari damai khas nya anak anak sekarang. Senyum ke arah kamera. Dan, jepreet. Masuk deh di memory handphone-nya. Entah bakal dia upload kemana aja, bukan urusanku . Tapi sedari awal dia pasang pasang badan pose kanan kiri cembung nungging senyum manyun sampe meringis aku amati dari kejauhan di dalam studio. Ah. Emang bener ya. Wanita sekarang cepat sekali tumbuh. Pantat anak seumur dia yang harusnya masih kosong melompong sekarang sudah berisi seperti tante tante beranak tiga. Walah . Pake tato di punggungnya. Entah gambar serangga atau bendera somalia wkwkwk entahlah. Pokoknya potongannya khas anak modelling. Gila. Ini kan anak smp . Handphonenya udah produk apel kerowak logonya. Wah. Barangkali dia udah kerja sendiri. Atau bapaknya juragan yakuza yang banyak duitnya. Hahaha ngga apa lah. Toh kan punya dia sendiri. Ngga minta sama aku. Lanjut, ada kurang lebih lima belas model tadi yang ikut kelas materi casual di studio. Dididik instruktur dari cherrys agency jember, melenggang mulus di sanggar. Kurang lebih lima belasan orang. Ngga cewek semua sih. Yang cowok kurang lebih ada tiga atau empat orang. Ada yg masih anak anak, ada yg masih sekolah. Aiih ada yang melambai . Hii . Tapi ngga apa lah . Hanya karena dia melambai bukan berarti aku lebih baik dari dia. Suasana studio siang hari ini cukup semarak lah. Aku nungguin sambil bbm-an dan tidur tiduran di studio sebelah. Sesekali karena bosan, main drum. Itung itung buang jenuh. Lumayan menghibur hati. Kapan lagi, ya kan . Hehehe.
Bakso
Sudah dua hari ngga nulis blog ini. Ngga nyampah dua hari itu rasanya seperti ada yang kurang. Ada yang mengganjal kalo kita dua hari ngga menuliskan apapun di blog. Blog sampahan sampahan begini ini memang agak ngga penting juga keberadaannya tapi setelah ditinggalkan itu kok kya nya ada yang kurang dalam satu hari. Mulai. Bercerita tentang pengalaman hari ini. Pengalaman yang terjadi dalam satu hari ini yang dianggap menarik untuk dijadikan sampahan. Hari ini hari jumat. Seperti biasanya memang waktunya untuk kerja karena konon katanya hari hari menjelang weekend emang lagi rame rame-nya rejeki lalu lalang. Sebenernya pas berangkat dari rumah perut isinya penuh. Perut cukup kenyang diisi makanan sejak pagi. Emang sejak pagi di rumah ngga ngapa ngapain sengaja cuma nonton tv dan tidur karena aku pikir masih terlalu pagi untuk bingung mikirin orang orang. Kerjaannya cuma malas malasan makann dan tidur. Menjelang siang, mulai beranjak beraktivitas. Jenuh kalo kudu di rumah mulu. Pas berangkat dari rumah di jalan kok ada penjual cilok alias penthol kalo orang sini bilang mah. Atau cimol kalo orang sidoarjo bilang. Tapi kalo secara indonesia-sentris orang orang mengenalnya dengan bakso saja. Oke deh sepakat. Sebut saja bakso. Biar gampang. Aku berangkat dari rumah, menuju studio. Ngga jauh dari rumah kira kira sepuluh menit di tengah perjalanan ngeliat penjual bakso lagi duduk manis dikerumuni anak anak smp yang baru pulang sekolah. Aku yang sudah bangkotan ini turut mengantre beli :) hahaha. Padahal sebenernya malu sih. Cuma ya kadung berhenti dari motor kalo ngga jadi beli kan ngga enak. Gengsi juga ntar dikira kemana mana bawa motor parlente juga, ngga tau nya beli bakso pelit amat :) biasanya orang sekarang kan gitu. Hehehe. Akhirnya antre lah aku diantara cewe cewe yang patut nya manggil aku dengan sebutan om itu. Saat tiba giliran, aku bilang seperti biasa, lima ribu jadiin dua bungkus. Eh ternyata si abang bakso dengernya lima ribu dua bungkus. Berhubung di dompet ngga ada duit lima ribu, jadi aku bayar pake duit sepuluh ribu. Ternyata pas kata dia. Walah . Tekor ini ceritanya. Wong minta nya lima ribu dijadiin dua bungkus malah dilayani lima ribuan dua bungkus. Halah . Mana bakso-nya ngga enak lagi. Alamat, kudu menghabiskan bulatan tepung tepung itu. Ya sudah ngga apa apa. Itung itung sedekah. Eh lupa. Kalo sedekah ngga boleh pamer. Ya sudah anggap saja jiwa pengampun ku hadir disaat itu. Wkwkwk. Kalo berbuat kebajikan sih ngga perlu disebut sebut. Ntar ngga berkah. Yang dicari kan faedah dan berkah to? Iya yaa harusnya begitu. Tapi masalahnya tidak berhenti di situ. Masalahnya adalah kumpulin duit itu ngga jadi jadi kalo tiap hari untuk bakso atau jajan mulu. Aku nih ngga ubahnya seperti anak taman kanak kanak. Jajan mulu sukanya. Duit habis habis di jajan. Ini itu pengen beli mulu. Penyakit apa yaa itu namanya. Mungkin hanya wanita yang faham hal hal begitu mungkin ya :)
Asal Mula
Berdasarkan Legenda Pangeran Situbondo, nama Kabupaten Situbondo berasal dan nama Pangeran Situbondo atau Pangeran Aryo Gajah Situbondo, dimana sepengetahuan masyarakat Situbondo bahwa Pangeran Situbondo tidak pernah menampakkan hal tersebut dikarenakan keberadaannya di Kabupaten Situbondo kemungkinan sudah dalam keadaan meninggal dunia akibat kekalahan pertarungannya dengan Joko Jumput, sehingga hanya ditandai dengan ditemukannya sebuah ‘odheng’ (ikat kepala). ‘odheng’ Pangeran Situbondo yang ditemukan di wilayah Kelurahan Patokan dan sekarang dijadikan Ibukota Kabupaten Situbondo.
Sedangkan menurut pemeo yang berkembang di masyarakat, arti kata SITUBONDO berasal dan kata: SITI = tanah dan BANDO = ikat , ha! tersebut dikaitkan dengan suatu keyakinan bahwa orang pendatang akan diikat untuk menetap di tanah Situbondo, kenyataan ini mendekati kebenaran banyak orang pendatang yang akhirnya menetap di Kabupaten Situbondo. Legenda Pangeran Situbondo Pengeran Situbondo atau Pengeran Aryo Gajah Situbondo besaral dan Madura, pada suatu ketika dia ingin meminang Putni Adipati Suroboyo yang terkenal cantik, maka datanglah Pangeran Situbondo ke Surabaya untuk melamar Putri Adipati Suroboyo, namun sayang keinginan Pangeran Situbondo sebenarnya ditolak oleh Adipati Suroboyo, akan tetapi penolakannya tidak secara terus-terang hanya diberi persyaratan untuk membabat hutan di sebelah Timur Surabaya, padahal persyaratan tersebut hanyalah suatu alasan yang maksudnya untuk mengulur-ulur waktu saja, sambil merencanakan siasat bagaimana caranya dapat menyingkirkan Pangeran Situbondo. Kesempatan Adipati Suroboyo menjalankan rencananya terbuka ketika keponakannya yang bernama Joko Taruno dari Kediri, karena rupanya Joko Taruno juga bermaksud menyunting putrinya dan Adipati Suroboyo tidak keberatan namun dengan syarat Joko Taruno harus mengalahkan Pangeran Situbondo terlebih dahulu.
Terdorong keinginannya untuk menyunting sang putri, maka berangkatlah Joko Taruno ke hutan untuk menantang Pangeran Situbondo, namun sayang Joko Taruno kalah dalam pertarungan tetapi kekalahannya tidak sampai terbunuh, sehingga Joko Taruno masih sempat mengadakan sayembara bahwa “barang siapa bisa mengalahkan Pangeran Situbondo akan mendapatkan hadiah separuh kekayaannya”. Mendengar sayembara tersebut datanglah Joko Jumput putra Mbok Rondo Prabankenco untuk mencoba maka ditantanglah Pangeran Situbondo oleh Joko Jumput, dan ternyata dalam pertarungan tersebut dimenangkan Joko Jumput, sedangkan Pangeran Situbondo tertendang jauh ke arah Timur hingga sampai di daerah Kabupaten Situbondo ditandai dengan ditemukannya sebuah ‘odheng’ (ikat kepala) Pangeran Situbondo, yang tepatnya ditemukan di wilayah Kelurahan Patokan yang sekarang menjadi Ibukota Kabupaten Situbondo.
Selanjutnya kembali ke Surabaya dimana di hadapan Adipati Suroboyo kemenangan Joko Jumput atas Pangeran Situbondo diakui oleh Joko Taruno sebagai kemenangannya, narnun Adipati Suroboyo tidak begitu saja mempercayainya, maka untuk membuktikannya disuruhlah keduanya bertarung untuk menentukan siapa yang menjadi pemenang sesungguhnya. Akhirnya pada saat pertarungan terjadi Joko Taruno tertimpa kutukan menjadi patung “Joko Dolog” akibat kebohongannya. Sejarah Kota Situbondo Sejarah Kabupaten Situbondo tidak terlepas dan sejarah Karesidenan Besuki, sehingga kita perlu mengkaji terlebih dahulu sejarah Karesidenan Besuki. Yang membabat Karesidenan Besuki pertama kali adalah Ki Pateh Abs (± th 1700) selanjutnya dipasrahkan kepada Tumenggung Joyo Lelono.
Karena pada saat itu juga Belanda sudah menguasai Pulau Jawa (± th 1743) terutama di daerah pesisir termasuk pula Karesidenan Besuki dan dengan segala tipu-dayanya, maka pada akhirnya Tumenggung Joyo Lebono tidak berdaya hingga Karesidenan Besuki dikuasai sepenuhnya oleh Belanda. Pada rnasanya (± th 1798) Pemerintahan Belanda pernah kekurangan keuangan untuk rnembiayai Pemerintahannya, sehingga Pulau Jawa pernah dikontrakkan kepada orang China, kemudian datanglah Raffles (± th 1811 - 1816) dan Inggris yang mengganti kekuasaan Belanda dan menebus Pulau Jawa, namun kekuasaan Inggris hanya bertahan beberapa tahun saja, selanjutnya Pulau Jawa dikuasai kembali o!eh Belanda, dan diangkatlah Raden Noto Kusumo putra dan Pangeran Sumenep Madura yang bergelar Raden Tumenggung Prawirodiningrat I (± th 1820) sebagai Residen Pertama Karesidenan Besuki.
Da!am masa Pemerintahannya banyak membantu pemerintahan Belanda dalam membangun Kabupaten Situbondo, antara-lain Pembangunan Dam Air Pintu Lima di Desa Kotakan Situbondo Setelah Raden Prawirodiningrat I meninggal-dunia sebagai penggantinya adalah kaden Prawirodiningrat II (± th 1830). Dalam masa Pemerintahan Raden Prawirodiningrat II banyak menghasilkan karya yang cukup menonjol antara-lain berdirinya Pabrik Gula di Kabupaten Situbondo, dimulai dan PG. Demaas, PG. Wringinanorn, PG. Panji dan PG. Olean, maka atas jasanya tersebut Pemerintah Belanda memberikan hadiah berupa “Kalung Emas Bandul Singa”. Perlu diketahui pula pada masa Pemerintahan Raden Prawirodiningrat II wilayahnya hingga Kabupaten Probolinggo, terbukti salah seorang putranya yang bernama Raden Suringrono menjadi Bupati Probolinggo.
Setelah Raden Prawirodiningrat II meninggal-dunia sebagai penggantinya adalah Raden Prawirodiningrat III (± th 1840). Tetapi dalam masa Pemerintahan Raden Prawirodiningrat III perkembangan Karesidenan Besuki kalah maju dibanding Kabupaten Situbondo, mungkin karena di Kabupaten Situbondo mempunyai beberapa pelabuhan yang cukup menunjang perkembangannya, yaitu antara-lain Pelabuhan Panarukan, Kalbut dan Jangkar, sehingga pada akhimya pusat pemerintahan berpindah ke Kabupaten Situbondo dengan Raden Tumenggung Aryo Soeryo Dipoetro diangkat sebagai Bupati Pertama Kabupaten Situbondo, dan wilayah Karesidenan Besuki dibagi menjadi 2 yaitu: Besuki termasuk Suboh ke arah Barat hingga Banyuglugur ikut wilayah Kabupaten Bondowoso dan Miandingan ke arah Timur hingga Tapen ikut wilayah Kabupaten Situbondo, hal ini terbukti dan logat bicara orang Besuki yang mirip dengan logat Bondowoso dan logat bicara orang Prajekan mirip dengan logat Situbondo.
Perubahan Nama Kabupaten Pada mulanya nama Kabupaten Situbondo adalah “Kabupaten Panarukan” dengan Ibukota Situbondo, sehingga dahulu pada masa Pemerintahan Belanda oleh Gubernur Jendral Daendels (± th 1808 - 1811) yang membangun jalan dengan kerja paksa sepanjang pantai utara Pulau Jawa dikenal dengan sehutan “Jalan Anyer - Panarukan” atau lebih dikenal lagi “Jalan Daendels”, kemudian seiring waktu berjalan barulah pada masa Pemerintahan Bupati Achmad Tahir (± th 1972) diubah menjadi Kabupaten Situbondo dengan Ibukota Situbondo, berdasarkan Peratunan Pemerintah RI Nomor. 28 / 1972 tentang Perubahan Nama dan Pemindahan Tempat Kedudukan Pemerintah Daerah Perlu diketahui pula bahwa Kediaman Bupati Situbondo pada masa lalu belumlah berada di lingkungan Pendopo Kabupaten namun masih menempati rumah pribadinya, baru pada masa Pemerintahan Bupati Raden Aryo Poestoko Pranowo (± th 1900 - 1924), dia memperbaiki Pendopo Kabupaten sekaligus membangun Kediaman Bupati dan Paviliun Ajudan Bupati hingga sekarang ini, kemudian pada masa Pemerintahan Bupati Drs. H. Mohamad Diaaman, Pemerintah Kabupaten Situbondo memperbaiki kembali Pendopo Kabupaten sejak tahun 2002.
Pabrik 2
Mimpi buruknya macem macem mulai dari lihat hal hal yang ngga lumrah. Sampe mengalami nya sendiri. Jadi begini. Rumah kami itu berbatasan langsung dengan lokasi pabrik. Belakang rumah itu semak belukar dan sawah. Sebelah kiri itu ada beberapa jejer rumah kosong yang ngga ditempati, sebelah kanan kantor, jarang ada aktivitas. Sementara bagian depan langsung menghadap ke pohon wringin anom dan garasi lokomotif pabrik. Tiap mau berangkat sekolah aku harus melewati kedua tempat itu. Kalo masih pagi sih banyak pekerja yang sudah lalu lalang bekerja di pabrik. Jadi ngga begitu takut. Kalo agak sore pun masih ada satpam nya. Keluar masuk tamu harus lapor kecuali penghuni. Tapi, kalo malam, satpamnya ngga pernah jaga di pos. Mesti jaga di pos pabrik bagian depan deket dengan kantor yang ruangannya terang ada tv nya setiap malam main kartu. Jadilah setiap malam rumah kami tak terawasi . Kalo maling atau rampok sih ada beberapa kali. Tapi kalo mau merampok rumah kami mereka pikir pikir. Karena cuma ada satu jalan masuk sekaligus jalan keluar. Nah dengan tempat yang se-angker ini, di atas maghrib sudah malas beraktivitas di luar rumah aku. Apalagi hari sudah gelap waduh mending aku di kamar main komputer. Di lingkungan itu jarang bergaul aku karena ngga punya tetangga. Ada sih selisih dua atau tiga rumah tapi anaknya masih tk nol kecil waktu itu. Wkwkwk. Pabrik gula sih memang rata rata angker. Cuma selain angker bisa juga jadi tempat peristirahatan yang nyaman yang tenang jauh dari hiruk pikuk kesibukan kota, pabrik gula kami tuh ada di desa. Sekitar sepuluh kilometer dari pusat kota. Ya kota kecil juga sih. Ngga banyak aktivitas juga di sekitar sini. Ah apa yaa sebenernya ini bukan artikel misteri. Belakangan ini aku juga ngga begitu pandai menulis cerita, aku hanya sk menulis. Menulis dan menulis saja. Isi blog yang mudah mudahan menarik ini. Cerita masa kecil ku begitu. Tahun dua ribu sembilan kami pun pindah ke pabrik gula lain yang tempatnya lebih dekat dengan pusat kota. Tempatnya jauh lebih nyaman dan jauh lebih ramai. Tapi tetap saja sih yang namanya pabrik gula itu hampir semuanya karena bangunannya tua dan peninggalan belanda yang arsitektur bangunannya memang kontras dengan bangunan orang orang lokal memang membuat pabrik gula dan sekitar nya menjadi tempat tempat yang memiliki kesan kurang nyaman karena aura nya cenderung memancing orang orang untuk berpikir paranoid tentang bangunan tua peninggalan orang eropa. Tapi, beberapa kali ada turis asing dari luar datang untk sekedar mengabadikan ornamen seni bangunan bangunan peninggalan belanda di pabrik gula. Atau mereka cenderung lebih senang memotret lokomotif peninggalan belanda. Bagi mereka yang lebih faham mengenai benda benda bernilai seni, pabrik gula itu gudangnya. Pabrik gula yang notabene banyak dibangun di tahun seribu delapan ratusan, mempunya banyak peninggalan seni sisa sisa era kolonialisme.
Pabrik 1
Tumbuh dan besar di lingkungan pabrik gula bikin aku punya banyak cerita tentang pabrik gula. Pabrik gula di jawa ini banyak banget. Salah satunya adalah tempat aku tumbuh dan tinggal. Aku dibesarkan oleh keluarga karier. Bapak karyawan pabrik gula, ibu guru. Sejak lahir aku sudah tinggal di rumah dinas pabrik gula. Milik pt perkebunan nusantara. Dulu sih swasta tapi statusnya sekarang sudah di revitalisasi udah jadi badan usaha milik negara sekarang. Pabrik gula di indonesia rata rata peninggalan belanda. Rata rata diwariskan semenjak zaman kolonial belanda. Pabrik gula kebanyakan bangunannya tua dan mesin mesinnya rata rata udah ngga diproduksi lagi sekarang. Malah bisa jadi manufaktur mesin giling pabrik gulanya sekarang udah tutup di eropa sana. Pabrik gula tempat aku tinggal dibangun tahun 1881. Bahkan mbah ku pun belum lahir itu. Zaman segitu masih jauh dari kemerdekaan. Aku lahir tahun delapan empat. Begitu lahir aku sudah tinggal di lingkungan pabrik gula. Rumah dinas yang kami tempati jaraknya ngga jauh dari pabrik sekitar seratus meteran. Yaa namanya pabri yaa begitu itu lah. Suasananya angker. Apalagi nih kalo malem. Karyawan dan pekerja kan paling sore pulang-nya jam tiga sore. Ada juga yang lembur. Yang lembur paling maksimal pulangnya jam tujuh. Yaa jam tujuh malam. Pabrik gula yang aku tempati itu mungkin sama angkernya dengan pabrik gula pabrik gula lainnya di jawa. Selain arsitekturnya bangunan peninggalan belanda, juga onggokan mesin mesin sangat tua yang ngga terawat bikin bulu kuduk semakin merinding tiap melintas. Ceritanya begini suatu saat bapak diangkat jadi karyawan pimpinan. Rumah dinas kami pindah ke yang lebih besar. Tapi lokasinya masuk kompleks pabrik. Deket dengan pabrik gudang dan tempat mesin mesin yang tua dan ngga terawat. Model gaya gaya bangunannya juga ya ala ala belanda gitu. Ada yang bilang dibangun tahun 1902. Ada yang bilang dibangun beberapa tahun sebelum indonesia merdeka. Ada yg bilang baru dibangun semenjak presiden soekarno lengser. Macam macam versi-nya. Tapi yang jelas rumah itu memang sedikit mengerikan. Yaa bukan sedikit sih. Banyak malah. Bangunannya tua, kuno, tapi masih terawat sih. Kami dulu punya pak kebun. Kerjanya bagus sehingga rumah tua nan angker itu jauh terlihat lebih menawan. Setidaknya lebih baik dari rumah kosong yang ngga terawat lah. Tiap aku berangkat sekolah, harus melewati pohon angker. Namanya pohon wringin anom. Pohon jenis beringin yang tumbuh ratusan meter tinggi-nya. Konon katanya usia pabrik gula itu sendiri dengan usia si pohon masih lebih tua usia si pohon. Dan ngga pernah ditebang. Siapa juga mau tebang itu pohon, gede banget usia-nya ratusan tahun. Tapi rindang banget kalo pagi jadi tempat bernaung para pekerja pabrik yang istirahat sekedar melahap makann siang-nya. Ngga jauh dari pohon itu ada garasi lokomotif. Ya seperti kamu tau, lokomotif pabrik gula itu ya seperti itu lah. Sangat tua. Dan angker. Apalagi garasinya. Yang jarang dikunjungi orang. Jarang dijamah. Semenjak tinggal di rumah tua itu aku sering banget mimpi buruk. Mimpi macam macam soal betapa mengerikannya pabrik gula itu. Bersambung . . .
Angga - Novita
Kerja ngga yaa. Ih males banget kalo udah gini. Rasanya lengket sama kasur. Masih pagi ini padahal. Mau kerja kok rasanya berat. Malas. Ada firasat apa yaa ini. Oh ya. Cerita semalam aja. Semalam ngumpul sama temen temen. Diajakin main kartu di rustam sama firman dan angga. Berempat doank. Idih semalam hujannya lumayan adem. Petir menggelegar kemana mana. Tapi, main kartu terus lanjut hahaha. Main kartu di rumahnya si rustam. Malam udah sepi banget, tinggal empat orang ini yang masih berisik. Rustam aku angga dan firman. Main domino, yang kalah kudu dihukum, pake helm ala pembalap. Hahaha. Kaku. Tapi, aku juga kena hukuman. Tujuh kali malah. Diantara mereka semua cuman aku doank yang ngga jago jago amat main kartu-nya. Masih wajar-lah kalo paling sering kena hukuman. Si angga, dateng malam tadi pake style khusus-nya. Hahaha. Penggemar akik . Sepuluh jari nya diisi akik semua. Mirip tessy bedanya akik-nya-kata dia sih-katanya seperti akik yang dipake sama menteri. Hahaha. Itu klaim dia sih. Katanya akik menteri. Menteri apa. Entahlah. Menteri ngga jelas juga. Pake dibawain senter senter segala. Wkwkwk. Bikin ngakak kalo main kartu akik nya berat wkwkwk. Dasar tukang mbanyol. Pacar si angga namanya novita, usia-nya dua tahun lebih muda dari angga. Kerja di telkom di kota yang sama. Novita, mungkin ngga lama lagi akan menikah dengan angga. Ah lumayan. Paling enggak kan yang ngisi acara nikahannya kan band ku ? Hahaha. Dibayar ya Ga, ngga gratis lho. Wkwkwk . . .
Bingung
Dua hari terakhir ini tiba tiba nafsu nulis-ku cenderung menurun entah kenapa sebabnya ide ide yang liar dan imajinatif ngga ada lagi. Merasa ragu aja kalo mau nulis takut ini itu takut ini itu. Padahal nulis ya nulis aja sih. Ada perasaan takut ragu dan merasa norak semenjak pengunjung blog rahasia-ku ini mulai meningkat trafficnya. Yaa salah aku juga sih ngapain pake di share. Ya ngga apa apa lah. Yg penting kalo tulisannya mewakili pemikiran pribadi dan tidak ditujukan untuk merendahkan orang lain. Hahaha. Ya. Aku sedang dilanda perasaan bosan jenuh dan sumpek. Sumpek banget. Pengen keluar jalan jalan tapi terpenjara dengan rutinitas studio yang mengekang. Bisa sih harusnya aku bisa keluar. Jalan kemanapun tujuannya. Tapi jalan jalan sendirian mana enak. Naik motor sendirian. Apa bagusnya . Harusnya ada tujuan dan pendamping petualangan. Ah. Ya begini ini lah kalo ngga punya siapa siapa. Bener bener merasa sendiri. By gone. Sendirian ini. Biasanya sih ada yang nanyain setiap pagi, hey lagi apa. Hey udah sarapan belum. Hey mau ngapain aja hari ini. Eh sekarang udah ngga ada uuii. Tapi ya mungkin memang lebih nyaman begini. Eh salah. Ini ngga nyaman dink. Ini kan kesepian. Merasa jenuh bosan sendirian. Aku pengen keluar aku mau keluar ke tempat tempat yang bisa mengalihkan perhatian. Entah ke pasir putih. Tapi mau ngapain juga disana. Mending kalo ada temen-nya, bisa mandi di pantai. Kalo sendirian, tinggal mandi di pantai malah ilang motor ntar. Mau ke kawah ijen, idih jalannya melelahkan. Kalo sendirian mana kuat. Ambil jalan tengah di tengah kota saja. Di tengah kota . . . Di tengah kota ada apa emang. Ngga ada apa apa. Kota sih cuma begini begini aja. Ah. Kadung batal. Coba kalo ngga sering cuek. Mungkin udah jadi. Eh tapi keknya belum terlambat deh mau jalan. Emmm. Belum terlalu terlambat ini. Mau kemana yaa. Sebentar nyari ide. Nyari partner juga sekalian. Ini hari kamis kan ya? Ah nanti sampe jam tiga sore studio bakal kepake . Wah belum bisa hari ini. Tapi kalo malem sih bisa. Aku sih hayo ajaah . Andai ada partner. Bentar, nawarin temen temen dulu ah
Istri Idaman
Sebagai cowok normal, dimana mana cowok pasti demen punya istri yang cantik. Yang seksi. Yang meskipun ngga modis modis amat, tapi yaa cukup lah bikin betah di rumah. Bikin ehem bikin males mau kemana mana. Apalagi pas hujan. Apalagi pas lihat foto ilustrasi di atas ini. Aaaa . . . Jadi ngga bisa nolak. Huuu huuu huuu. Cewe, cakep, itu diburu. Entah kenapa ya, ibarat mesin mobil, ngga peduli kapasitas mesin dan tenaga kuda, yang penting cat dulu mulus tampilan apik masih gress itu aja udah bikin betah nunggang. Sama halnya dengan istri. Istri yang lumayan lah. Istri ideal itu? Istri ideal itu secara tampilan nih yaa, yaa semacam yang ada di foto ini lah. Aduh. Meski ngga modis modis amat kya orang kota, tapi rajin nemenin tidur, ngelonin . Kalo aku lagi ngga bisa tidur dia kisik kisik lembut dengan jari-nya. Biarin deh jari nya bau jahe, yang penting kalo ditemenin istri kya gini mah, ngga bakal nolak aku. Yang tiap pagi nyapa, hai mas, udah bangun ya, gimana bubuknya semalam? Uuaa jadi bikin histeris sendiri. Memang wanita naif bakal bilang, kecantikan itu bukan fisik tapi di hati. Aku cuma bisa bilang bodo amat deh, makann tuh idealisme begituan, siapa juga yang ngga demen istri macam ini. Tiap malam setiap menjelang jam sepuluh malam dengan rutin manggil, mas, yuuk, udah waktunya bubuk. Huuuaaa, seasyik apapun aku main game, bakal aku tinggal deh game-nya. Ngga ada ceritanya . . . Apalagi kalo udah pagi nganterin nyuci baju di kali, lihat kemben sama pahanya pasti bakal bilang, neng biar aa' saja yang bawa cuciannya kan berat ntar tangan neng lecet lho. Kalo perlu aa gendong, takut neng kepeleset . Huuu huuu. Bening begini mah ngga bakal aku bolehin keluar rumah. Yang belanja ke pasar aku aja. :) hahaha.
Pembanding
Mulai.
Mau mencoba menggambarkan hal paling berkesan dan paling menyentuh dalam fitrah manusiawi; cinta. Semua makhluk, yang hidup. Yang diberi nyawa. Dianugerahi cinta tentu saja dalam wujud dan bentuk yang berbeda beda. Ada yang wujudnya sangat nyata dan konkrit. Ada juga yang wujudnya hanya bisa diartikan hati nurani. Hati nurani juga bagian dari semuanya. Punya peranan kecil untuk pencapaian yang besar. Cinta-bahasanya lebih lembut lagi seperti yang biasanya orang orang biasa mensuarakan, cinta. Cinta. Cinta. Cinta. Banyak terdengar dimana mana. Banyak disebutkan dimana mana. Banyak dituliskan bahkan diungkapkan dimana mana. Di taman kota, di kamar, di pantai, di bukit, di toilet, bahkan di kebun binatang! Cinta itu general. Luas maknanya. Luas mengartikannya. Luas pula menterjemahkannya ke dalam simbol penafsiran yang mudah diterima kesadaran, dan mudah dicerna sebagai komponen kehidupan. Cinta, dalam hal ini adalah apa yang terjadi dan dialami manusia, terhadap sesama manusia, oleh manusia itu sendiri misalnya. Yang lebih spesifik, apa yang dirasakan sepasang manusia berlawanan jenis. Pria terhadap wanita. Wanita terhadap pria. Beberapa diantara pria terhadap pria, atau wanita terhadap wanita. Luas. Misalnya adikk dan kakakk. Atau ibunda terhadap ibundanya. Atau bahkan yang homo seksual, tapi kali ini ngga ingin membahas hal menjijikkan seperti itu. Lebih spesifik lagi, cinta, dari lelaki, terhadap wanita, yang ingin didampinginya melewatkan sisa hidup bersama sama. Aiih mulai drama deh bahasanya. Tapi ya memang benar. Pria mengungkapkan ketertarikannya atau hanya untuk sekedar menunjukkan dia betapa pedulinya, adalah dengan cara cara yang kadang ngga bisa diterima oleh akal. Pria, makhluk paling independen dengan logika yang rasional dan konon kabarnya kokoh tak tertandingi-semen kali? Pria, lelaki, cowok-kata bahasa abg mah, lebih memiliki cara yang unik untuk menunjukkan kepada pasangannya betapa ia sungguh peduli. Tapi biasanya dengan cara menunjukkan hal yang berlawanan. Misalnya, saat pria benar benar ingin melihat pasangannya bahagia ceria dan bebas dari duka lara, justru dengan cara menegaskan sikapnya. Dengan menyadarkan bahwa pasangannya harus bisa mandiri, bisa tegar untuk melakukan segala sesuatunya sendiri. Harus bisa menentukan sikap. Kadang wanita salah memahami apa yang dilakukan pria sebagai sikap selfish, tapi justru dengan cara itulah jalan terbaik agar wanita tau cara paling rasional untuk menjadikan dirinya lebih kuat melewatkan proses seleksi alam yang ketat. Wanita, tidak terlalu banyak menggunakan rasional, perasaan mereka lebih mendominasi. Insting mereka lebih kuat ketimbang logika. Karena mereka dihadapkan pada fitur alam yang menekan mereka agar selalu siap jadi pelayan evolusi. Wanita-dalam cinta-ditempatkan sebagai objek. Objek yang dikagumi dan patut diperjuangkan. Tapi kenyataannya akan jauh berbeda bila pria-sang subjek-mendapati kenyataan yang berbeda seperti apa yang diperjuangkannya. Pria akan selalu rela memperjuangkan semua hal untuk wanita yang dipikirnya selalu mendampinginya. Jadi pria dalam benaknya tertanam kenyataan bahwa wanita yang layak adalah wanita yang nyata. Wanita yang benar benar ada. Kenyataan demikian sangat diyakini dengan erat dalam benak setiap pria. Makanya, kalo pria mendapati kenyataan dalam realita sangat berbeda dari kenyataan dalam dogma benaknya, maka pria tersebut akan mencetuskan pola pikir sangat represif. Kebencian. Benci terhadap hal hal yang menjungkirbalikkan kenyataan dalam benaknya terhadap kenyataan dalam realita yang sesungguhnya. Pria akan tak henti hentinya menanamkan pikiran berkebalikan bahwa wanita yang sudah memutus realita adalah wanita yang patut dibenci. Sementara lewat sudut pandang yang lain, wanita merasa apapun yang dilakukannya selalu menempati posisi tawar. Selalu terdapat ruang toleransi yang cukup besar dari sang pasangan. Bahwa wanita berpikir hal tersebut adalah yang dapat menjadikan pembenaran tanpa memandang imbas nyata dari apa yang wanita pikirkan dan wanita perbuat. Di titik inilah kebuntuan pria-wanita mulai muncul. Satu sisi pria sebagai subjek merasa selalu ada yang tersisa untuk diperjuangkan. Sementara di sisi lain, wanita menempatkan dirinya sebagai titik toleran yang tidak bisa diganggu gugat. Dari sini lah terkadang pria memunculkan alternatif lain untuk menyamakan kenyataan dalam benaknya dengan kenyataan pada realita yang sesungguhnya. Alternatif yang terpikir oleh pria sebagai subjek terkadang sangat variatif. Bermacam macam caranya. Ada yang bisa diterima, tidak sedikit pula yang tidak bisa diterima. Terkadang pria memunculkan sudut pandang sekunder pada benaknya bahwa wanita itu tak hanya satu. Banyak yang bisa diajak berbagi atau mencari alternatif yang lebih nyata. Tetap tidak pada wanita. Mereka makhluk yang konsisten terhadap sudut pandangnya. Lebih konsisten ketimbang rasio pria, wanita selalu menempatkan sudut pandang tertentu terhadap satu subjek yang sama. Tidak mudah mengubahnya. Tapi-disini ada missing link yang terlewatkan. Pada dasarnya pria, akan selalu mampu mengembalikan sudut pandang awalnya saat realita dalam benaknya dan kenyataan awal sudah dapat disesuaikan. Disinilah muncul kebijaksanaan, bahwa selalu ada jalan yang baru. Tergantung sudut pandangnya sudah mati atau belum. Pria, dan wanita, diberikan identifikasi yang sama . Bersambung.
Monolog Bersahutan
Hey. Harusnya kan sekarang ya. Lagi sibuk sibuknya mempersiapkan semuanya. Lah apa aku mimpi? Begitu banyaknya yang terkumpul, kemana? Sambil dengerin yang sedang berdenting, makin perih di telinga, hehehe. Ada banyak suara kok disini. Ini, yang tengah berdenting, itu yang tengah berdetak juga, berputar terus. Ikut menyaksikan yang melewatkan semuanya ini dengan angin yang berhembus di pojokan ruangan. Iya ya. Ini kan harusnya waktunya. Sudah waktunya. Tapi kok rasanya aku belum bangun? Aku masih tertidur? Belum bangun juga aku. Pules banget sih tidurku kok susah bangun. Padahal harusnya hari ini selesai. Aku kelamaan tidur, atau aku kelamaan pongah ? Wah. Ngga bener ini. Ngga bener udah. Kok aku gini? Kan bukan begini harusnya tidur panjangku. Iya ya ? Nunggu apa lagi aku? Aku ngga nunggu apa apa lagi. Nunggu banyak hal, tadi, sekarang? Sekarang sih ngga nunggu apa apa karena aku kelamaan tidur. Yang manis, yang pahit, semuanya masuk. Kebanyakan mimpi yang manis padahal dapetnya pahit. Kebanyakan menghindari yang pahit padahal justru yang manis yang jauh. Lah ini juga yang bikin tidur lama begini. Ngga bangun bangun akhirnya. Ngomong apa sih? Ngga ngomong apa apa. Wong tinggal nulis aja ini. Waduh. Ah akhirnya yang berdenting sudah berganti. Ganti suara. Ganti tatanan. Ganti komposisi. Hidupnya jalan terus. Lurus. Ngga ke kanan. Ngga ke kiri. Ngga juga berhenti. Sementara aku ? Lho. Aku gimana ? Kok masih tidur? Mimpi kok gini gini amat? Lha? Mimpi apanya pak. Ini beneran. Ini sungguhan. Coba lihat deh? Ah masih ngga percaya aku. Masa iya ini beneran? Oh iya. Ini beneran. Ternyata aku ngga tidur. Ternyata aku ngga mimpi. Ini beneran lho. Lho. Terus gimana. Aku kok ngga ngeh ? Yaa ngga gimana gimana. Terima aja wong kamu tidur atau terjaga ya ngga ada bedanya sama sama mimpi. Mimpi saat tidur. Mimpi juga saat bangun. Kedua dua-nya sama saja. Ngga ada bedanya. Lha ini terus gimana? Terus gimananya gimana? Ya sudah. Dinikmati saja tidur saja lagi. Wah ngga bisa gitu lah. Aku kan nyari. Kok disuruh tidur? Lha nyari apa. Tidur ngga tidur rasanya sama aja. Mimpi. Lagian yang udah kumpul itu kan ngga bakal sampe juga. Ah masa iya? Iya. Beneran. Coba deh lihat, pikirkan, rasakan, perhitungkan, bakal nyampe ngga. Ngga kan? Ah iya sih. Ngga. Tapi kan harusnya bisa. Yaa emang bisa sih. Emang bisa kok. Tapi masa mau mengandalkan. Nyari aja. Untuk tidur tidur yang lain. Atau bangun bangun yang lain. Selagi kamu mimpi mimpi lagi. Ntar bangun sendiri. Atau tidur sendiri kalo udah waktunya tidur. Ah iya ya. Harusnya sih hari ini yang dikumpulkan ditebarkan lagi. Ah. Aku pikir mimpi. Padahal aku ngga tidur. Ya sudah lah kamu mau gimana lagi? Ngga ada jalan lagi. Ya sudah lah. Mending aku tidur lagi aja. Selamat tidur ... Baik baik disana
Genosida Kamboja
Saksi Genosida Kamboja: Menggali 1.200 Jenazah
Pembantaian oleh Khmer Merah terjadi di tengah upaya mewujudkan utopia mereka tentang masyarakat agraris Marxis.
Nuon Chea, mantan pemimpin Khmer Merah, Kamboja, dalam sidang pengadilan atas tuduhan pembunuhan massal selama berkuasa. – Pengadilan Kamboja yang didukung PBB (Perserikatan Bangsa-bangsa) pada Senin mendengarkan kesaksian mantan tahanan mengatakan bahwa dia membantu menggali lebih dari 12.000 jenazah di kuburan massal di luar Phnom Penh. Mereka merupakan korban percobaan genosida dari dua pemimpin Khmer Merah.
Nuon Chea, 88 tahun, yang dikenal sebagai "Saudara Nomor Dua", dan mantan kepala negara Khieu Samphan, 83 tahun, menghadapi tuduhan pembunuhan etnis Vietnam dan minoritas Muslim, kimpoi paksa, dan pemerkosaan selama berkuasa pada kurun 1975-1979 di Kamboja.
Pada bulan Agustus kedua pemimpin Khmer Merah dijatuhi hukuman seumur hidup atas kejahatan terhadap kemanusiaan. Mereka merupakan tokoh Khmer Merah pertama yang dipenjara, dan terkait kasus upaya selama dua tahun yang fokus dengan evakuasi paksa warga Kamboja dari Phnom Penh ke kamp kerja di pedesaan, mereka juga melakukan pembunuhan di kamp tersebut.
Kedua tokoh Khmer Merah ini dituduh memainkan peran penting selama era mengerikan yang dikenal sebagai "Killing Fields", upaya genosida yang membunuh hingga dua juta orang pada akhir 1970-an.
Kamp Kerja Paksa
Mantan tahanan Khmer Merah, Keo Chandara, 63 tahun, mengatakan bahwa dia membantu menggali lebih dari 12.100 jenazah dari delapan kuburan massal di Kraing Ta Chan, penjara di Provinsi Takeo, sekitar 80 kilometer selatan dari Phnom Penh, setelah rezim Khmer Merah jatuh pada tahun 1979.
"Kami tidak menggali semua lubang. Saya diperintahkan menggali lubang... Saya menggali pada delapan lubang," katanya.
Saksi dari Jaksa penuntutan memberikan keterangan dengan grafis bahwa kader Khmer Merah menyiksa tahanan, termasuk seorang perempuan, dengan penjepit logam dan menyiramkan asam sulfat.
"Dia berteriak-teriak dan ada 10 tahanan lain yang diperintahkan untuk duduk dan menonton penyiksaan itu," kata Keo Chandara.
"Pada waktu itu mereka tidak mengambil orang dan menghadapkan dalam pengadilan seperti pengadilan ini. Mereka dengan begitu saja membunuh orang," tambahnya.
Pada lanjutan sidang pengadilan genosida bulan lalu, saksi pertama yang diajukan jaksa penuntut mengatakan kepada hakim bahwa tentara Khmer Merah menggorok leher ratusan narapidana di penjara dan memakan empedu mereka.
Kasus yang rumit terhadap Nuon Chea dan Khieu Samphan dipecah menjadi sejumlah tuntutan yang lebih khusus pada tahun 201, agar dengan cepat diambil vonis terhadap kedua terdakwa yang sudah berusia lanjupt, dan kesehatan lemah. Namun kedua terdakwa menolak semua tuduhan.
Diperkirakan antara 100.000 dan 500.000 warga etnis Cham,dan 20.000 etnisVietnam meninggal sebagai korban selama pemerintahan rezim Khmer Merah.
Rezim itu dipimpin oleh "Saudara Nomor Satu," Pol Pot, yang meninggal pada tahun 1998 tanpa pernah menghadapi pengadilan. Khmer Merah merombak masyarakat modern di Kamboja dalam upaya mereka untuk membangun masyarakat agraria Marxis yang mereka impikan. (AFP)
Hantu Teketeke

Kabarnya kisah hantu Teke-Teke ini bermula ketika dulu ada seorang gadis sekolah yang pemalu dan penakut. Karena sifat pemalunya itu, gadis itu sering dijadiin sasaran bully teman sekolahnya. Hingga pada suatu saat ketika gadis itu sedang menunggu kereta api sepulang dari sekolah, temannya usil naruh serangga di bahu gadis itu. Akibatnya gadis itu kaget dan dia jatuh di rel kereta api yang sesaat kemudian lewat dan langsung menyambar tubuh gadis malang itu. Gadis itu tewas seketika dengan tubuh yang putus jadi dua.
Arwah gadis tersebut akhirnya menjadi hantu penasaran dan ingin membalaskan dendamnya. Dia berjalan dengan kedua tangannya sambil menyeret tubuh bagian atasnya. Setiap kali dia bergerak, sikunya yang beradu dengan tanah akan mengeluarkan bunyi teke-teke-teke, sehingga akhirnya masyarakat Jepang menyebut hantu ini sebagai hantu teke-teke.
Ada cerita yang cukup populer di kalangan anak-anak sekolah di Jepang. Dimana ada seorang siswa yang dalam perjalanan pulang dari sekolah pada sore hari, melihat sesosok gadis cantik bersandar di jendela ruang kelas. Gadis cantik itu tersenyum kepadanya sambil menopang tubuhnya dengan kedua sikunya. Sesaat kemudian siswa itu merasa heran, bagaimana gadis cantik itu bisa berada di sekolah yang khusus laki-laki. Sebelum siswa itu sempat berpikir lebih jauh, gadis itu tiba-tiba melompat keluar jendela sambil mencakar-cakar tanah kemudian menuju ke arahnya. Siswa itupun kaget ketika melihat bahwa tubuh bagian bawah gadis itu tidak ada. Sementara gadis yang merupakan hantu teke-teke itu bergerak semakin cepat dengan bertumpu pada sikutnya sambil mengeluarkan suara teke....teke....teke. Sesaat kemudian gadis yang sekarang sudah berada di dekat siswa itu mengeluarkan sabit dan memotongnya menjadi dua bagian. Karena itulah sekarang banyak anak-anak sekolah di Jepang memilih cepet pulang ke rumah sebelum senja karena mereka takut bertemu sama hantu teke-teke.
Defense Mechanism

Freud sendiri hanya mendiskripsikan tujuh mekanisme pertahanan, yakni identification, displacement, repression, fictation, regression, reaction, formation, dan projection. Pengikut-pengikutnya, khususnya Anna Freud menambahkan lebih dari 10 dinamika mekanisme pertahanan. Semua mekanisme pertahanan memiliki tiga persamaan cirri:
a. Mekanisme pertahanan itu beroperasi pada tingkat tidak sadar
b. Mekanisme pertahanan selalu menolak, memalsu, atau memutar balikan kenyataan
c. Mekanisme pertahanan itu mengubah persepsi nyata seseorang, sehingga kecemasan menjadi kurang mengancam.
Menurut Freud, jarang ada orang memakai hanya satu mekanisme pertahanan untuk melindungi diri dari kecemasan. Umumnya orang memakai beberapa mekanisme pertahanan, baik secara bersama-sama atau secara bergantian sesuai dengan bentuk ancamannya. Mekanisme pertahanan yang paling banyak dipakai dalam kehidupan sehari-hari adalah sebagai berikut:
a. Identifikasi (Identification)
Cara mereduksi tegangan dengan meniru (mengimitasi) atau mengidentifikasi diri dengan orang yang dianggap lebih berhasil memuaskan hasratnya disbanding dirinya. Jika yang ditiru itu sesuatu yang positif, secara khusus ini disebut Introyeksi (introjections) adalah proses pengembangkan superego dengan mengadopsi nilai-nilai orang tua. Mekanisme pertahanan identfikasi umumnya dipakai untuk tiga macam tujuan:
1) Identifikasi merupakan cara orang dapat memperoleh kembali sesuatu (obyek) yang telah hilang.
2) Identifikasi dipakai untuk mengatasi rasa takut
3) Melalui identifikasi, orang memperoleh informasi baru dengan mencocokkan kenyataan dengan khayalan mental.
b. Pemindahan/Reaksi Kompromi (Displacement/Reactions Compromise)
Manakala obyek kateksis asli yang dipilih oleh isting tidak dapat dicapai karena ada rintangan dari luar (social, alami) atau dari dalam (antikateksis), insting itu dapat dipres kembali ketidaksadaran atau ego menawarkan kateksis baru, yang berarti pemindahan energy dari obyek yang satu ke obyek yang lain, sampai ditemukan obyek yang dapat meredusi tegangan. Sumber dan tujuan dari insting selalu tetap, obyeknya berubah-ubah melalui displacement. Proses mengganti obyek kateksis untuk meredakan tegangan adalah kompromi antara tuntutan insting id dengan realitas ego sehingga disebut juga reaksi kompromi, yakni sublimasi, subsitusi, dan kompensasi (sublimation, substitution, compensation).
1) Sublimasi adalah kompromi yang menghasilkan prestasi budaya yang lebih tinggi, diterima masyarakat sebagai cultural kreatif.
2) Substitusi adalah pemindahan atau kompromi dimana kepuasan yang diperoleh masih mirip dengan kepuasan aslinya.
3) Kompensasi adalah kompromi dengan mengganti insting yang harus dipuaskan
c. Represi (Repression)
Represi adalah proses ego memakai kekuatan anticathexes untuk menekan segala sesuatu (id, insting, ingatan, fikiran) yang dapat menimbulkan kecemasan keluar kesadaran. Contoh dinamika campuran antara represi dan pemindahan, sebagai berikut:
1) Represi + displacement : gadis yang takut mengekspresikan kemarahannya kepada orang tuanya menjadi berontak dan mengamuk kepada gurunya.
2) Represi + symptom histerik : seorang pilot menjadi buta walaupun secara fisiologik matanya sehat, sesudah pesawat yang dikemudikannya jatuh dan copilot teman baiknya meninggal.
3) Represi + psychophysiological disorder : wanita yang mengalami migrain setiap menekan rasa marahnya, memilih menuruti orang lain alih-alih mengikuti kemauannya sendiri agar tidak perlu timbul rasa marah yang harus ditekan.
4) Represi + fobia : Pria yang takut dengan barang yang terbuat dari karet. Waktu semasa kecil dia pernah dihukum berat oleh ayahnya karena meletuskan balon karet hadiah adiknya. Karet kini menjadi pemicu ingatan event hukuman itu dan harapan masa kecil agar adiknya mati.
5) Represi + Nomadisme : orang yang selalu berpindah tempat atau berubah-ubah interesnya, sebagai usaha melarikan diri dari suasana frustasi
d. Fiksasi dan Regresi (Fixation and Regression)
Fiksasi adalah terheninya perkembangan normal pada tahap perkembangan tertentu karena perkembangan lanjutannya sangat sukar sehingga menimbulkan frustasi dan kecemasan yang terlalu kuat. Orang memilih tetap berhenti (fiksasi) pada tahap perkembangan tertentu dan menolak untuk bergerak maju , karena merasa puas dan aman di tahap itu.
Frustasi, kecemasan, dan pengalaman traumatic yang sangat kuat pada tahap perkembangan tertentu, dapat berakibat orang regresi, mundur ke tahap perkembangan terdahulu, di mana dia merasa puas di sana.
Perkembangan kepribadian yang normal berarti terus bergerak maju atau progresif. Munculnya dorongan yang menimbulkan kecemasan akan direspon dengan represi. Orang yang puas berada ditahap perkembangan tertentu, tidak mau progress disebut fiksasi. Progresi yang gagal membuat orang menarik diri atau regresi.
e. Pembalikan (Reversal)
Mengubah status ego dari aktif menjadi pasif, mengubah keinginan perasaan dan impuls-impuls yang menimbulkan kecemasan menjadi ke arah diri sendiri, atau seperti reksi formasi dengan obyek yang spesifik.
f. Projeksi (Projection)
Kecemasan realistic biasanya lebih mudah ditangani oleh ego dibandingkan kecemasan neurotic atau kecemasan moral. Karena itu, apabila sumber kecemasan dapat ditemukan di dunia luar dan bukan pada impuls-impuls primitive atau suara hatinya sendiri, kecemasan itu mudah diredakan. Projeksi adalah mekanisme mengubah kecemasan neurotic/moral menjadi kecemasan realistic, dengan cara melemparkan impuls-impuls internal yang mengancam dipindahkan ke obyek diluar, sehingga seolah-olah ancaman itu terprojeksi dari obyek eksternal kepada diri orang itu sendiri.
g. Reaksi Agresi (Aggressive Reactions)
Ego memanfaatkan drive agresi untuk menyerang obyek yang menimbulkan frustasi. Menutupi kelemahan diri dengan menunjukan kekuatan drive agresinya, baik yang ditujukan kepada obyek yang asli, obyek pengganti, maupun ditujukan kepada diri sendiri. Ego membentuk antikateksi, dengan mempertentangkan insting-insting agar insting yang menjadi sumber tegangan frustasi dan anxiety tetap berada di bawah sadar. Ada lima macam reaksi agresi:
1) Agresi primitive : siswa yang tidak lulus ujian, merusak sekolahnya
2) Scapegoating : Membanting piring karena marah
3) Free-floating-anger : sasaran marah yang tidak jelas
4) Suicide : rasa marah kepada diri sendiri sampai merusak diri/bunuh diri
5) Turning around upon the self : gabungan antara agresi dan pemindahan
h. Intelektualitas (Intelectualization)
Ada lima macam intelektualisasi:
a. Rasionalisasi (rationalization) : menerima, puas dengan object cathexes dengan mengembangkan alasana rasional yang menyimpangkan fakta. Ada dua macam rasionalisasi:
1) Sour-grape rationalization: menganggap kateksis obyek yang tidak dapat dicapai sebagai sesuatu yang jelek.
2) Sweet-lemon rationalization: menganggap kateksis obyek yang dapat diperoleh sebagai yang terbaik.
b. Isolasi (Isolation), mempertentangkan antara komponen afektif dengan kognitif, gejala neurosis obsesi kompulsi, di mana dorongan insting bertahan di kesadaran, tetapi tanpa perasaan puas/senang.
c. Undoing, kecemasan dan dosa akibat kegiatan negative, ditutupi /dihilangkan dengan perbuatan positif penebus dosa dalam bentuk “tingkahlaku ritual”.
d. Denial, menolak kenyataan, menolak stimulus/persepsi realistic yang tidak menyenangkan dengan menghilangkanatau mengganti persepsi itu dengan fantasi atau halusinasi. Denial menghilangkan “bahaya yang datang dari luar” dengan mengingkari.
e. Menyaring perhatian dan penolakan
i. Penolakan (Escaping-Avoiding)
Melarikan diri/ menghindar atau menolak stimulus eksternal secara fisik agar emosi yang tidak menenangkan tidak timbul. Menghindar dari ancaman dan menempatkan diri dibawah perlindungan patron.
j. Pengingkaran (Negation)
Impuls-impuls yang direpres diekspresikan dalam bentuk yang negative, semacam denial terhadap impuls/drive, impuls id yang menimbulkan ancaman oleh ego diingkari dengan memikirkan hal itu tidak ada.
k. Penahanan Diri (Ego Restriction)
Menolak usaha berprestasi, dengan menganggap situasi yang melibatkan usaha itu tidak ada, karena cemas kalau-kalau hasilnya buruk/negative. Mempertahankan self-esteem, dengan menolak aktivitas yang dapat dibandingkan hasilnya dengan hasil orang lain, memilih menjadi pengamat atau penilai.
Kecemasan
Kecemasan adalah variable penting dari hampir semua teori kepribadian. Kecemasan sebagai dampak dari konflik yang menjadi bagian kehidupan yang tak terhindarkan, dipandang sebagai komponen dinamika kepribadian yang utama. Kecemasan adalah fungsi ego untuk memperingatkan individu tentang kemungkinan datang suatu bahaya sehingga dapat disiapkan reaksi adaptif yang sesuai.
Fungsi kepribadian yang utama adalah menangani dunia eksternal. Situasi yang mencitakan kondisi traumatic disebut kecemasan primer (primary anxiety). Kecemasan akan timbul manakala orang tidak siap menghadapi ancaman. Freud mengemukakan ada tiga jenis kecemasan, yaitu realistic anxiety, neurotic anxiety, dan moral anxiety. Kecemasan realistic adalah takut kepada bahaya yang nyata dari dunia luar. Kecemasan realistic ini menjadi asal muasal timbulnya kecemasan neurotic dan kecemasan moral. Kecemasan neurotic adalah ketakutan terhadap hukuman yang akan diterima dari orang tua atau figure penguasa lainnya kalau seseorang memuaskan insting dengan caranya sendiri, yang diyakininya akan menuai hukuman. Kecemasan moral timbul ketika orang melanggar standar nilai orang tua. Kecemasan moral dan kecemasan neurotic tampak mirip, tetapi memiliki perbedaan prinsip yani tingkat control ego. Pada kecemasan moral orang tetap rasional dalam memikirkan masalahnya berkat energy superego, sedangkan pada kecemasan neurotic orang dalam keadaan distress, terkadang panic, sehingga mereka tidak dapat berfikir jelas dan energy id menghambat penderita kecemasan neurotic membedakan antara khayalan dan realita.
Kepribadian
Dinamika kepribadian ditentukan oleh cara energy psikis didistribusikan dan dipakai oleh id, ego, dan superego. Jumlah energy psikis terbatas dan ketiga unsur struktur itu bersaing untuk mendaptkannya. Kalau salah satu unsur menjadi lebh kuatmaka dua yang lain menjadi lebih lemah, kecuali ada energy baru yang ditambahkan atau dipindahkan ke system itu.
Pada mulanya, seluruh energy psikis menjadi milik id dan dipakai untuk memenuhi hasrat (wishfulfillment) melalui aksi refleks, proses primer. Energi itu diinvestasikan kepada suatu obyek untuk memuaskan hasrat. Namun karena proses primer tidak dapat membedakan obyek-obyek secara obyektif, sifat energy menjadi tidak stabil, mudah dipindah dari obyek satu ke obyek lainnya. Proses pemaaian energy oleh id seperti itu disebut pemilihan obyek (object cathexes id) atau instinctual object cathexes.
Ego tidak memiliki energy sendiri, sehingga harus menarik energy dari id. Berangsur-angsur semakin banyak energy id yang dapat diambil oleh ego, karena ego lebih berhasil dari pada id dalam mereduksi tegangan. Proses pengalihan energy ini disebut identifikasi (identification), yakni proses ego mencocokan gambaran mental dari id dengan kenyataan actual. Id berpendapat bahwa obyek nyata harus sama dengan gambaran atau fantasi mengenai obyek yang diinginkan, sedangkan ego berprinsip gambaran obyek bisa berbeda dengan obyek nyata, gambaran itu harus dikonfrontasi dengan kenyataan dan peluang untuk memperolehnya. Konsep identifikasi ini sangat penting karena semua kemajuan kognitif adalah ujud dari gambaran mental mengenai dunia yang semakin mendekati kenyataan.
Ketika kateksis obyek ego dan id memperoleh kepuasan akan pindah menjadi energy ego. Ego semakin banyak menguasai poersi energy karena berhasil memperoleh obyek yang memuaskan kebutuhan. Tentu saja manakala ego gagal unuk memuaskan insting, id mungkin dapat menark dan menguasai kembali energy yang ada pada ego. Sesudah ego menguasai energy, ego memakainya untuk tujuan lain selain memuaskan insting melalui proses sekunder, misalnya energy itu dipakai untuk meningkatkan perkembangan berbagai proses psikologik seperti pesepsi, ingatan, dan berfikir. Sebagian energy itu juga dipakai ituk mengekang id agar tida bertindak impulsive dan irasional. Daya kekang ini disebut anticathexes yang melawan dorongan cathexes id. Antikateksis juga dipakai untuk melawan superego yang terlalu menyesakkan, ego melindungi diri dengan mekanisme pertahanan (defence mechanism). Ego sebagai eksekutif kepribadian memakai energy untuk mengatur aktivitas dari tiga struktur itu dalam kesatuan. Ego berusaha menciptakan harmoni dalam kepribadian sehingga transaksi dengan lingkungan dapat dikerjakan dengan lancar dan efektif.
Seperti ego, superego mendapat energy dari id melalui proses identifikasi. Apa yang dikerjakan superego seringkali bertentangan dengan impuls-impuls id. Ini terjadi karena aturan moral itu mewakili usaha masyarakat untuk mengontrol dan mencegah pengungkapan dorongan primitive, terutama dorongan seksual dan agresi. Superego juga bisa bertentangan dengan ego, ketika rasional-pragmatis dari ego melanggar moralitas dan tidak mempertimbangkan nilai-nilai kesempurnaan.
Penyerahan energy ke ego dan superego mewakili hubungan yang rumit antara kekuatan pendorong (kateksis) dengan kekuatan penahan (antikateksis) yang menentukan dinamika kepribadian seseorang. Id hanya memiliki kekuatan pendorong, sedang ego harus memiliki energy untuk mengecek id dan superego dan memiliki sisa energy yang cukup untuk menangani dunia luar. Ego yang dominan adalah penanda dari jiwa yang sehat.
Begadank
Aduh. Begadang lagi sepertinya. Waktu sudah menunjukkan jam satu pagi waktu indonesia bagian situbondo tengah agak timur. Di tempatku malam, eh salah, pagi begini situasi bener bener beneran sepi. Sepi itu ya sepi. Lengang seperti kota hantu. Kenapa aku bisa tau? Ya. Karena aku baru pulang keluyuran dari rumah si rustam main kartu sambil ketawa ketawa mbahas hal hal ngga penting. Yaa daripada di rumah mulu bosen. Udah ngga punya pacar, eh salah, udah sendirian, bosen mulu. Masa temenan sama tv mulu. Ntar lama lama tv ku hamil lagi. Eh kan enak punya tv dua :) yg satu tv mini tentunya. Baru pulang pagi buta begini. Dari rustam main kartu. Nasib sial lagi sering berpihak ke aku belakangan ini. Mesti kalah mulu main kartu. Yaa ngga selalu kalah sih. Beberapa kali menang. Ya untungnya cuma permainan. Ngga ada rugi-untungnya. Kalo menang ngga dapet apa apa. Kalo kalah pun ketawa ketawa. Lumayan refreshing to. Ngga tiap hari bisa begini. Yang penting ber-sosial. Melepaskan endorphine yang mengendap. Dophamine juga. Oh ya tentang tampilan template baru blog ku via web site. Lumayan lah. Pengen bikin wajah blogku lebih atraktif lagi. Biar ngga bosen dilihat. Meskipun ngga banyak org yang lihat blog ku ini. Ya wong blog ini emang dirahasiakan. Beberapa orang saja yang terpaksa tau. Dan emang aku kasih tau. Beberapa juga tanpa perlu aku kasih tau pun aslinya sudah tau. Blog norak nun lebay ini. Isinya pun ngga berguna. Cuma celoteh ngga penting
seorang aku. Hehehe.
Duh. . . Mata ini rasanya berat. Aku paksain nulis posting ini. Atau aku ketik dulu tapi aku publikasi-in besok pagi aja ya pas bangun tidur. Kya nya mataku bener bener tinggal lima watt. Emang harus segera tidur ini . Kalo ngga tidur. Wah . . . Tau lagi deh :)




















