Dunia maya. Katanya. Dunia yang ngga terlalu banyak aku hidup di dalamnya. Hanya meluangkan waktu di dalamnya. Aku menempatkan fungsi-nya pada tempat yang sudah semestinya; komunikasi. Tidak lain sebagai jembatan penghubung antara jeda, ruang dan waktu. Sebagai lompatan terjauh dalam pencapaian manusia. Komunikasi menjembatani apapun sebagai mediator pihak pertama kedua ketiga dan seterusnya. Dunia maya yang tengah kalian duga sebagai pelarian, sejatinya bukan duniaku. Dunia maya seperti ini hanya wilayah pemikiran ku yg abstraksi nya bisa dilihat dibaca dan turut dirasakan. Bisa merasakan apapun dalam dunia maya, juga turut mempengaruhi caraku memandang dunia sekitar. Saat aku merasakan sesuatu yang aku pikirkan, aku ungkapkan lewat cara yang benar benar nyata. Bukan sekedar janji janji yang ngga kunjung selesai. Presensi di dunia nyata itu lebih dari sekedar wujud manifestasi. Dunia nyata itu lahan dari segalanya. Tempat membuktikan menyaksikan merasakan atau apapun. Hal hal yang tak bisa kita jumpai secara lumrah di dunia maya, dunia nyata itu lebih dari sekedar presentasi. Jika keberadaan seseorang di dunia nyata tidak benar benar nyata, lalu apa gunanya dunia maya. Hal yang sekedar menjembatani dunia nyata tapi tidak benar benar ada untuk hal yang nyata. Bukankah ini sebuah paradoks? Nyata atau maya hanya wujud komitmen. Orang punya pilihan dimana dia mau hidup, tapi ego selalu bisa mengembalikan bahwa hidup kita bekerja sesuai prinsip realita bahwa dunia ini nyata. Rasanya nyata. Sakitnya nyata. Air matanya nyata. Bahagia-nya juga nyata. Kenapa kita terjebak dalam penamaan penamaan stagnan yang sama sekali tidak menggerakkan kemauan kita. Padahal sisa selangkah lagi manusia bisa benar benar menapaki esensi hidupnya. Dunia maya, dunia nyata. Meletakkan semuanya di satu dunia yang benar benar bisa kita pilih untuk kita jalani . Manusia punya pilihan, takdir selalu menentukan. Tapi keinginan yang menimbulkan. Dunia itu tematik memang. Bila hal yang seolah nyata tidak pernah ada, manusia akan selalu mencari sesuatu yang benar benar ada. Bukan menghilang seperti gravitasi tersedot lubang hitam
Maya
Diberdayakan oleh Blogger.

Mei
BalasHapus