Bisa ngga kamu memperlambat waktu? Jawaban saintifik dan teoretisnya, iya bisa! Hanya dengan cara bergerak lebih cepet dari bumi, atau meninggalkan bumi bersamaan ke tempat yang tarikan gravitasinya lebih besar. Meskipun seandainya kamu bisa ngelakuinnya, kamu bakal kecewa. Waktu ngga bisa mengubah kecepatan kamu, kamu hanya akan melihatnya bergerak melambat sebagai bandingannya atas kecepatan kamu. Dan juga perubahannya ngga terlalu banyak. Bagian teori relatifitasnya Einstein adalah konsep dilatasi waktu. Perbedaan selisih waktu yang dialami pengamat atau titik acuan adalah berbeda. Pergerakan relatif dilatasi waktu muncul ketika satu objek bergerak lebih cepet daripada yang lain. Lebih cepet kamu bergerak, waktu makin terasa lambat. Dilatasi waktu gravitasi lebih lagi, muncul ketika sebuah objek berada lebih dekat ke pusat gravitasi daripada objek lain. Misalnya aja nih ya, Global Potitioning System atau GPS yang selalu memastikan sistem waktunya di bumi dan di satelit selalu dicocokkan ulang. Kalo kita nyalain GPS itu kan pantauan satelit selalu mensinkronkan ya? Termasuk mencocokkan waktunya. Teknisnya jam di GPS kita sama jam di satelit itu harus sama tiap kita aktifin . Tapi jam di satelit bergerak lebih cepat. Karena apa? Karena satelit lebih jauh dari pusat gravitasi bumi, makanya waktu di angkasa sana bergerak lebih cepet. Seandainya lah kamu berhasil mematahkan hukum fisika dan mendarat di matahari misalnya dimana gravitasi-nya 28 kali lebih besar dari bumi (9,8 m/s^2) waktu disana akan melambat setengah kali. Yang lebih penting, metode apapun yg kamu pake, perlakuan kamu atas waktu tidak akan berubah. Kecuali kamu bisa menyaksikan diri kamu sendiri secara simultan dari angkasa dan bumi sekaligus, itu . . . Lintas dimensi namanya.
Ternyata sekali lagi Einstein bener! Bumi dikelilingi garis vorteks ruang-waktu. Ruang dan waktu, berdasarkan relatifitas, dijalin bersamaan sehingga membentuk vorteks empat dimensi yang namanya vorteks ruang dan waktu. Selama ini, massa bumi melengkungkan vorteks ini. Seperti seorang yang gemuk banget duduk di atas trampolin. Kata si Einstein sih, gravitasi itu gaya dari objek yang mengikuti garis lengkung vorteks tadi. Seandainya bumi diam, buyar dah. Ketemu Tuhan semua. Tapi bumi ngga diam, tapi muter terus. Dan putarannya ini membelah lengkungan tadi, sedikit menarik vorteks tadi ke putaran empat dimensi. Ini udah dibuktikan oleh pesawat luar angkasa Gravity Probe B yang risetnya mulai tahun 2004. Prinsip risetnya sederhana (lebih sederhana dari administrasi rumah sakit mungkin). Taruh gyroskop (semacam teropong) pada orbit mengelilingi bumi, yang poros putarannya menunjuk ke titik bintang jauh sebagai point acuan. Lepaskan dari gaya eksternal, kinetik maupun mekanis-potensial, dan teropongnya harus selalu menunjuk ke arah bintang acuan, seterusnya. Tapi di angkasa, poros teleskop harusnya tetap melayang. Kalo arah acuannya ngga berubah, putaran ruang dan waktu bisa diukur. Simpel. Tapi praktiknya ini sulit banget. Empat teleskop di pesawat GP-B adalah yang paling canggih yang pernah dibuat manusia. Ukuran lensanya segede pingpong dari bahan kuarsa dan silikon yang dilebur dan lebarnya 1.5 inchi yang terdiri dari 40 lapisan atom. Seandainya lensa teleskopnya ngga bulat sempurna, poros putaran teleskopnya bakal goyang meski tanpa pengaruh gravitasi. Presisi Geodesinya nya 6.600 plus atau minus 0.017 arcsecond dan efek seret framenya 0.039 plus atau minus 0.007 arcsecond. Apa itu presisi geodesi? Jumlah getaran atau goyangan yang disebabkan massa statik bumi (cekungan atau lengkung di ruang dan waktu). Dan efek seret frame adalah jumlah goyang yang disebabkan putaran bumi dalam vorteks ruang waktu. Nilai keduanya sesuai prediksi einstein. Dari sini kita bisa memperkirakan kenapa Tuhan bisa tau semua hal. Dari sini juga kita bisa memperkirakan kenapa Tuhan ada dimana mana tapi ngga kemana mana. Dari sini kita bisa sepakat materialismenya Marx. Bukan hasil ngarang, hasil dari baca bukunya Dr. Tony Philips, ilmuwan NASA. Proyek Gravity Probe B sudah dimulai musim gugur 1963 dikerjakan 86 orang PhD dari Standford dan 14 lagi dari Universitas dan lembaga riset lain.
Sumber : Dr. Anthony Philips, NASA
sorry bahasane jawa timuran sithik
Mempecundangi Rahasia Einstein
Diberdayakan oleh Blogger.

Einstein berteori, eddington yg membuktikan.... tanpa eddington, dunia tdk akan mengenal teori relatifitas ini..eddington bahkan berekspedisi sampai ke Afrika untuk mengamati langit dr sana... eddington sependapat dg einstein, ia berusaha meyakinkan Inggris agar mau mendanai ekspedisinya itu. Inggris dan Jerman sdg bergejolak, sama dg kehidupan einstein saat itu...einstein bahkan tdk sempat memikirkan ttg scientific kalau tdk terpaksa/dipaksa. einstein pandai berteori, dan semuanya mengagumkan...sygnya orang" melupakan eddington, pdhl ia yg memperkenalkan teori einstein kpd Inggris. Pada dunia. Eddington menganalogikan teori ini dg sebuah taplak, taplak yg di dalamnya ia gelintirkan roti dan apel... di Ingris ada sih universitas namanya Eddingburg...tp ga tahu deh itu asal katanya dr eddington atau apa..
BalasHapusbaik eddington maupun einstein sama sekali tdk pernah bertemu, keduanya, hanya surat-suratan, inggris jerman, jerman-inggris.. begitu seterusnya sampai eddington berhasil membuktikan teori ini dan nama einstein ada di hampir smua surat kabar wktu itu...eddington & einstein akhirnya utk pertama kalinya bs bertemu & berjabat tangan. Mengagumkan bukan... ini nyata, wong ceritanya dari BBC.
BalasHapus