Ya harusnya kan minggu-minggu ini yach ? Ya memang sih seharusnya begitu tapi ternyata ngga juga. Digantikan hal lain. Hal lain itu gimana. Yaa hal yg sedikit berbeda ngga seperti yang konvensional biasanya. Lha suruh siapa coba. Nyari yang inkonvensional zaman sekarang kan km tau sendiri emang rata rata agak susah. Cari yang umum aja. Yg seperti lumrah-nya org org punya. Gimana caranya? Gampang. Lebih membuka pikiran aja. Open mind kalo kata org org sih. Pikiran terbuka, sikap terbuka. Kaki terbuka. Hahaha. Eh bukan yaak . Salah itu. Nyari yang berkebalikan . Yang inkonvensional. Sekarang ini zaman digital. Kok aku mikir-nya masih secara analog. Kan ngga kepake itu zaman sekarang. Misalnya pan sambil nonton tv nulis blog juga bisa. Bayangin bedanya sama zaman dulu. Mau nulis surat aja nunggu ada wangsit ada ilham. Wkwkwk. Nama si ilham dibawa bawa. Wkwkwk kasian si ilham. Konvensional itu seperti gini. Km punya pacar. Pacar mu norak. Atau amoral lah sebut saja. Tapi kamu mencintai dia seperti bulan rindu matahari-halah . Itu konvensional. Yang non-konvensional itu seperti begini ini. Km punya pacar. Tapi baik km maupun pacar mu sama sama saingan saling mengalahkan. Nah . Itu dia. Non konvensional. Ngga lumrah. Ngga umum juga. Agak aneh malah. Aneh dr mana ? Ya dr konteks kepentingan-nya org org yg punya hajat lah. Non konvensional. Wkwkwk. Busyet deh. Hahaha. Posting selanjutnya aja deh. . . . .
Aku sebenarnya ga mau komen tp terlanjur baca, terlanjur merasa, salah siapa..huh.
BalasHapusGr
Hapus